Viral Terduga Guru Cabul di SMAN 1 Pamanukan, Ini Kronologi dan Isi Chat yang Beredar

Galih Prasetyo

Rabu, 09 September 2026 | 13:03 WIB
Viral Terduga Guru Cabul di SMAN 1 Pamanukan, Ini Kronologi dan Isi Chat yang Beredar
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Subang menetapkan oknum guru SMA Negeri 1 Pamanukan berinisial AT sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelecehan terhadap seorang siswi. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Polres Subang menetapkan oknum guru SMAN 1 Pamanukan berinisial AT sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan siswi.
  • Ratusan pelajar menggelar unjuk rasa pada Senin, 7 September 2026, menuntut penanganan serius atas kasus tersebut.
  • Dinas Pendidikan Jawa Barat menonaktifkan AT dari jabatannya sebagai guru dan wakil kepala sekolah SMAN 1 Pamanukan.

Suara.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Subang menetapkan oknum guru SMA Negeri 1 Pamanukan berinisial AT sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelecehan terhadap seorang siswi.

AT yang menyebut dirinya "Ayah" kepada korban sebelumnya menjadi sorotan setelah ratusan pelajar SMAN 1 Pamanukan menggelar aksi unjuk rasa pada Senin (7/9/2026).

Para siswa menuntut keadilan bagi korban dan meminta kasus tersebut ditangani secara serius.

Aksi tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan mendapat perhatian publik.

Polisi selanjutnya menangani laporan serta melakukan proses penyelidikan terhadap dugaan kekerasan seksual tersebut.

Kronologi Korban

Dalam keterangannya, korban mengaku awalnya datang ke ruang guru setelah dipanggil oleh AT.

Saat itu, korban menyebut tidak memiliki kecurigaan apa pun karena di ruangan tersebut masih terdapat sejumlah siswa dan guru.

Korban kemudian duduk di kursi guru sambil mendengarkan percakapan. Karena merasa sangat mengantuk, ia mengaku sempat tertidur dalam posisi duduk dengan tubuh menghadap meja.

baca juga

Menurut pengakuan korban, ketika terbangun, suasana ruang guru sudah lebih sepi.

Korban kemudian mengatakan bahwa di kondisi itu AT melakukan pelecehan kepadanya.

Korban mengaku mengalami tindakan yang tidak diinginkannya ketika masih dalam kondisi tersebut.

Ia kemudian berusaha keluar dari ruang guru setelah sebelumnya sempat diminta tetap berada di ruangan.

Setelah berhasil keluar, korban mengaku dalam kondisi pusing dan gemetar. Ia kemudian mencari teman dan langsung memeluk salah seorang temannya sambil menangis.

Korban selanjutnya dibawa ke ruang lain untuk mendapatkan pendampingan.

Dalam keterangannya, ia menyebut AT sempat datang ke ruangan tersebut, sementara sejumlah temannya kemudian berjaga dan mendampinginya.

Viral Diduga Isi Chat Guru kepada Korban

Di tengah mencuatnya kasus tersebut, beredar pula tangkapan layar percakapan yang diduga merupakan pesan AT kepada korban.

Dalam percakapan itu, AT beberapa kali meminta maaf dan mengaku mengetahui bahwa korban marah kepadanya.

“Sekali lagi ayah minta maaf, ayah tahu Kamu marah sama ayah,” demikian salah satu bagian pesan yang beredar.

Dalam pesan lainnya, AT juga menyatakan dirinya menyayangi korban dan menganggapnya seperti anak sendiri.

“Ayah jujur ayah sayang sama kamu, ayah tidak mungkin melakukan yang tidak-tidak sama kamu, ayah sudah menganggap kamu seperti anak sendiri,” tulis pesan tersebut.

AT juga disebut meminta korban menyampaikan langsung apabila merasa tidak suka atau menganggap dirinya melakukan kesalahan.

“Kalau ayah salah atau ga suka, Kamu lebih baik bilang atau tegur ayah. Ayah lebih senang seperti itu, tidak usah ngomong sama orang lain, kita coba selesaikan bersama,” demikian isi chat yang beredar.

Dalam percakapan lain, AT kembali menghubungi korban dan menanyakan kondisinya setelah korban tidak masuk sekolah.

“Kamu sakit ya? Hari ini ga ke sekolah? Maafkan ayah ya,” tulis pesan tersebut.

Guru Bantah Tuduhan

Dalam sebuah klarifikasi yang videonya beredar di media sosial, AT sempat memberikan pembelaan atas tindakannya di hadapan para siswa.

“Jujur saya menciumi tangannya karena bentuk kasih sayang saya,” ujar AT.

Ia juga sempat mempertanyakan tuduhan yang diarahkan kepadanya di hadapan para siswa.

“Apa kesalahan saya terhadap kalian?” kata AT dengan nada tinggi.

Meski demikian, perkara tersebut kini telah memasuki proses hukum setelah polisi menetapkan AT sebagai tersangka.

Disdik Jabar Nonaktifkan Guru

Dinas Pendidikan Jawa Barat juga mengambil langkah dengan menonaktifkan AT dari jabatannya sebagai wakil kepala sekolah sekaligus dari penugasannya sebagai guru di SMAN 1 Pamanukan.

Saat ini, AT berstatus bebas tugas dan menunggu proses penetapan hukuman disiplin oleh instansi yang berwenang.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menegaskan bahwa keselamatan dan perlindungan peserta didik menjadi prioritas dalam penanganan kasus tersebut.

“Kami memastikan setiap dugaan pelanggaran yang terjadi di lingkungan satuan pendidikan ditangani secara serius sesuai ketentuan yang berlaku. Yang paling utama adalah memastikan peserta didik mendapatkan perlindungan, rasa aman, serta lingkungan belajar yang nyaman,” kata Purwanto, Selasa (8/9/2026) dikutip dari laman resmi Disdik Jabar.

Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi peserta didik untuk belajar dan berkembang tanpa adanya tindakan yang mengganggu rasa aman maupun kenyamanan mereka.

“Proses penanganan harus dilakukan secara objektif, sesuai prosedur, dan tetap mengedepankan kepentingan serta perlindungan peserta didik,” ujarnya.

Disdik Jawa Barat juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam penanganan kasus tersebut.

Seluruh satuan pendidikan diminta memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan serta memastikan lingkungan sekolah aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Video Arian Seringai Sebut Jokowi Bawa Sial hingga Seret Nama Presiden Prabowo

Viral Video Arian Seringai Sebut Jokowi Bawa Sial hingga Seret Nama Presiden Prabowo

Entertainment | Selasa, 08 September 2026 | 15:59 WIB

HAARP Disebut Bisa Picu Gempa dan Gunung Meletus, Ini Fakta Ilmiah yang Membantahnya

HAARP Disebut Bisa Picu Gempa dan Gunung Meletus, Ini Fakta Ilmiah yang Membantahnya

News | Senin, 07 September 2026 | 21:54 WIB

Aksi Tak Biasa Wanita Jakarta kepada Warga Malaysia Saat Erupsi Anak Krakatau Viral di Negeri Jiran

Aksi Tak Biasa Wanita Jakarta kepada Warga Malaysia Saat Erupsi Anak Krakatau Viral di Negeri Jiran

News | Senin, 07 September 2026 | 21:15 WIB

Siapa Sheikh Assim Al-Hakeem? Viral usai Sebut Pemimpin Zalim Tanggung Dosanya Rakyat

Siapa Sheikh Assim Al-Hakeem? Viral usai Sebut Pemimpin Zalim Tanggung Dosanya Rakyat

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 16:33 WIB

Siapa Eva Stevany Rataba? Punya Harta Rp16 Miliar tapi Masuk Desil 4 Kelompok Penerima Bansos

Siapa Eva Stevany Rataba? Punya Harta Rp16 Miliar tapi Masuk Desil 4 Kelompok Penerima Bansos

Entertainment | Senin, 07 September 2026 | 14:59 WIB

Terkini

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

×