- Vokalis Seringai, Arian 13, menyindir Joko Widodo saat tampil di acara Dust Cult pada 3 September 2026.
- Pernyataan tersebut memicu beragam reaksi dari warganet di media sosial, mulai dari kritikan hingga dukungan.
- Arian mengaitkan kehadiran Joko Widodo saat konser Metallica tahun 2013 dengan penampilan bandnya sebagai pembuka.
Suara.com - Beredar potongan video viral yang memperlihatkan vokalis Seringai, Arian 13 memberikan sindiran tajam saat tampil di acara Dust Cult pada 3 September 2026.
Dalam penampilannya, Arian sempat menyindir Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi.
Celetukan tersebut disampaikan Arian di atas panggung dan kemudian menjadi perbincangan di media sosial. Potongan video penampilannya turut memancing beragam reaksi dari warganet.
Dalam salah satu ucapannya, Arian mengaitkan kehadiran Jokowi dengan penampilan Seringai sebagai band pembuka Metallica di Indonesia.
“Dulu Seringai main pembuka Metallica, ditonton Jokowi, jadi sial,” ujar Arian dalam potongan video yang beredar.
Seperti diketahui, Jokowi menonton konser Metallica di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Minggu malam, 25 Agustus 2013.
Saat itu, Seringai, didapuk menjadi band pembuka pada konser Metallica.
Arian kemudian kembali melontarkan candaan terkait Presiden Prabowo Subianto yang saat konser berlangsung dengan kunjungan kenegaraan ke Rusia.
“Untuk hari ini presiden kita ke Rusia, jadi enggak nonton Dust Cult,” katanya.
Potongan penampilan tersebut kemudian mendapat respons beragam dari pengguna media sosial.
Sebagian warganet menertawakan gaya sindiran Arian, sementara lainnya justru mempertanyakan konsistensi sikap sang musisi.
“Standar ganda, tapi punya resto di tanah reklamasi,” tulis salah satu pengguna Tiktok.
Di sisi lain, sebagian warganet justru menganggap sindiran Arian sebagai bagian dari gaya panggungnya. Ada yang menilai musisi kerap menggunakan isu politik untuk menarik perhatian publik.
“Kaya komedi, seniman kalau mau eksistensi viral itu iya nyinggung politik,” tulis pengguna lainnya.
Arian 13 dikenal sebagai vokalis Seringai yang kerap menyampaikan pandangan sosial maupun politik dalam berbagai kesempatan.
Kritik dan satire politik juga menjadi bagian dari kultur pertunjukan sejumlah musisi dan pekerja seni di Indonesia.