Melihat Kampung Majapahit di Trowulan

Bernard Chaniago

Jum'at, 19 Februari 2016 | 10:59 WIB
  • Pemkab Mojokerto menargetkan pembangunan rumah khas kampung Majapahit di seluruh desa di wilayah Trowulan.
    Pemkab Mojokerto menargetkan pembangunan rumah khas kampung Majapahit di seluruh desa di wilayah Trowulan.
  • Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
    Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
  • Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
    Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
  • Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
    Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
  • Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
    Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
  • Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
    Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
  • Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
    Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
  • Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
    Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
  • Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
    Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
  • Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
    Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
  • Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
    Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
  • Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
    Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
  • Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
    Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
  • Pemkab Mojokerto menargetkan pembangunan rumah khas kampung Majapahit di seluruh desa di wilayah Trowulan.
  • Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
  • Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
  • Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
  • Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
  • Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
  • Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
  • Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
  • Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
  • Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
  • Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
  • Melihat Kampung Majapahit di Trowulan
  • Melihat Kampung Majapahit di Trowulan

Suara.com - Ingin merasakan kembali suasana hidup di kampung zaman kerajaan besar Majapahit? Cobalah datang ke kecamatan Trowulan Mojokerto, Jawa Timur, di tempat itu yang dulu merupakan ibukota kerajaan, kini tengah dibangun kembali kampung atau desa dengan nuasa dan bentuk bangunan yang dibuat mirip dengan yang ada di zaman dulu.

Adalah Pemprov Jatim sejak tahun 2014 yang mencoba mengembangkan pariwisata di kawasan itu dengan membangun perkampungan nuansa Majapahit tempo dulu, belum lengkap semua memang, namun tak kurang 296 rumah telah dibangun yang tersebar di tiga desa yaitu Bejijong, Sentonorejo dan Jatipasar di Kecamatan Trowulan yang semua bentuk dan modelnya disesuaikan dengan rumah hunian kampung zaman Majapahit.

Desain awal bentuk rumah yang dibangun itu berdasarkan hasil rekonstruksi para arsitek dan arkeolog terhadap sebuah rumah para kawulo (masyarakat biasa) pada zaman Majapahit, lengkap dengan dinding kayu dan atap genteng yang saat ini masih tersimpan di Museum Trowulan, Mojokerto. Dengan konsep di zaman itu, ruangan rumah hanya berfungsi sebagai tempat tidur, sementara aktivitas kehidupan lainnya dilakukan di luar rumah.

Bentuk bangunan rumahnya menyerupai pendopo, terbuka dengan tiang kayu penyangga berjumlah 4 sampai 8 buah. Lantai terbuat dari batu sungai yang ditutup dengan bata merah. Atap rumah berbentuk limas segitiga memanjang dari bahan kayu.

Desain rumah kampung Majapahit yang dipakai saat ini tidak jauh berbeda dengan desain hasil rekonstruksi, hanya bangunan rumah ini dibuat tertutup dengan tembok batu bata merah dan melebar dengan dua daun pintu kembar yang terbuat dari kayu. Selain itu terdapat dua buah jendela pada sisi kiri dan kanan bangunan.

Pemanfaatan bangunan rumah hunian khas zaman Kerajaan Majapahit nantinya akan digunakan untuk penginapan (home stay) bagi wisatawan, toko suvernir barang kerajinan dan seni (art shop) dan tentu saja menjadi obyek wisata tersendiri bagi mereka yang ingin melihat bagaimana suasana perkampungan kerajaan zaman dahulu.

Tahun 2016 Pemerintah Provinsi dan Pemkab Mojokerto menargetkan pembangunan rumah khas kampung Majapahit di seluruh desa di wilayah Trowulan. Karena kawasan tersebut nantinya akan menjadi pusat peniggalan budaya Majapahit (Majapahit Heritage).

Jika itu tercapai maka masyarakat bisa menyaksikan kembali nuansa peninggalah sejarah kerejaan terbesar di Jawa, tidak hanya dengan menyaksikan artefak-artefak yang tersimpan di museum tapi juga sedikit bisa melihat merasakan kehidupan perkampungan zaman era Majapahit.

Foto dan Teks: [Antara/Syaiful Arif]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Apakah Keajaiban Sejarah Desa Majapahit di Mojokerto Akhirnya Terungkap?

Apakah Keajaiban Sejarah Desa Majapahit di Mojokerto Akhirnya Terungkap?

Lifestyle | Kamis, 20 November 2025 | 12:40 WIB

Terkini

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

×