Para Mantan Pimpinan 'Turun Gunung' Dukung KPK

Arsito Hidayatullah

Jum'at, 07 Juli 2017 | 20:58 WIB
  • Sejumlah mantan pimpinan KPK memberikan gestur kesatuan dukungan bagi KPK sekaligus menentang upaya hak angket DPR, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/7/2017). [Suara.com/Oke Atmaja]
    Sejumlah mantan pimpinan KPK memberikan gestur kesatuan dukungan bagi KPK sekaligus menentang upaya hak angket DPR, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/7/2017). [Suara.com/Oke Atmaja]
  • Sejumlah mantan pimpinan KPK memberikan keterangan kepada media terkait dukungan bagi KPK dan upaya hak angket DPR, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/7/2017). [Suara.com/Oke Atmaja]
    Sejumlah mantan pimpinan KPK memberikan keterangan kepada media terkait dukungan bagi KPK dan upaya hak angket DPR, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/7/2017). [Suara.com/Oke Atmaja]
  • Sejumlah mantan pimpinan KPK saat memberikan keterangan kepada media terkait dukungan bagi KPK dan upaya hak angket DPR, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/7/2017). [Suara.com/Oke Atmaja]
    Sejumlah mantan pimpinan KPK saat memberikan keterangan kepada media terkait dukungan bagi KPK dan upaya hak angket DPR, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/7/2017). [Suara.com/Oke Atmaja]
  • Sejumlah mantan pimpinan KPK hadir memberikan keterangan kepada media terkait dukungan bagi KPK dan upaya hak angket DPR, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/7/2017). [Suara.com/Oke Atmaja]
    Sejumlah mantan pimpinan KPK hadir memberikan keterangan kepada media terkait dukungan bagi KPK dan upaya hak angket DPR, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/7/2017). [Suara.com/Oke Atmaja]
  • Sejumlah mantan pimpinan KPK berkumpul dan memberikan keterangan kepada media terkait dukungan bagi KPK serta upaya hak angket DPR, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/7/2017). [Suara.com/Oke Atmaja]
    Sejumlah mantan pimpinan KPK berkumpul dan memberikan keterangan kepada media terkait dukungan bagi KPK serta upaya hak angket DPR, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/7/2017). [Suara.com/Oke Atmaja]
  • Sejumlah mantan pimpinan KPK ketika berkumpul memberikan keterangan kepada media terkait dukungan bagi KPK dan upaya hak angket DPR, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/7/2017). [Suara.com/Oke Atmaja]
    Sejumlah mantan pimpinan KPK ketika berkumpul memberikan keterangan kepada media terkait dukungan bagi KPK dan upaya hak angket DPR, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/7/2017). [Suara.com/Oke Atmaja]
  • Sejumlah mantan pimpinan KPK memberikan gestur kesatuan dukungan bagi KPK sekaligus menentang upaya hak angket DPR, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/7/2017). [Suara.com/Oke Atmaja]
  • Sejumlah mantan pimpinan KPK memberikan keterangan kepada media terkait dukungan bagi KPK dan upaya hak angket DPR, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/7/2017). [Suara.com/Oke Atmaja]
  • Sejumlah mantan pimpinan KPK saat memberikan keterangan kepada media terkait dukungan bagi KPK dan upaya hak angket DPR, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/7/2017). [Suara.com/Oke Atmaja]
  • Sejumlah mantan pimpinan KPK hadir memberikan keterangan kepada media terkait dukungan bagi KPK dan upaya hak angket DPR, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/7/2017). [Suara.com/Oke Atmaja]
  • Sejumlah mantan pimpinan KPK berkumpul dan memberikan keterangan kepada media terkait dukungan bagi KPK serta upaya hak angket DPR, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/7/2017). [Suara.com/Oke Atmaja]
  • Sejumlah mantan pimpinan KPK ketika berkumpul memberikan keterangan kepada media terkait dukungan bagi KPK dan upaya hak angket DPR, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/7/2017). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Sejumlah mantan pimpinan KPK, seperti Ade Rahardja, Adnan Pandu Praja, Zulkarnain, Taufiequrachman Ruki, Eko Soesamto Tjiptadi, Erry Riyana Hardjapamekas, Tumpak Hatorangan Panggabean, serta Chandra M Hamzah, memberikan keterangan kepada media di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (7/7/2017). Mereka mendukung sepenuhnya apa yang dilakukan lembaga antikorupsi tersebut terkait dengan penyidikan kasus e-KTP, serta menentang upaya pelaksanaan hak angket KPK yang diajukan oleh DPR. [Suara.com/Oke Atmaja]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPK Periksa Ketua Fraksi PKS

KPK Periksa Ketua Fraksi PKS

Foto | Jum'at, 07 Juli 2017 | 17:52 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×