Suara.com - Pengendara motor melintas di jembatan Bendung Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (13/7/2026). Tinggi Muka Air (TMA) sungai Ciliwung di Bendungan Katulampa, Bogor menyusut hingga 10 cm akibat kemarau.
Penyusutan tinggi muka air dipengaruhi berkurangnya curah hujan di wilayah hulu Sungai Ciliwung. Kondisi tersebut membuat status Bendung Katulampa berada pada level normal sehingga belum memerlukan peningkatan kewaspadaan di wilayah hilir.
Meski demikian, petugas Bendung Katulampa tetap melakukan pemantauan tinggi muka air selama 24 jam. Perubahan cuaca di kawasan Puncak dan Bogor dapat memicu kenaikan debit Sungai Ciliwung dalam waktu relatif singkat.
Data tinggi muka air Bendung Katulampa menjadi acuan peringatan dini bagi wilayah hilir, termasuk Jakarta. Informasi tersebut digunakan pemerintah dan instansi terkait untuk mengantisipasi potensi banjir saat terjadi peningkatan debit sungai.
[ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc]