Suara.com - Warga memancing di kawasan hutan mangrove yang pohonnya mengering di Jalan Madusila, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (29/7/2026).
Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat laju kerusakan mangrove mencapai sekitar 52 ribu hektare per tahun dan sekitar 19,26 persen ekosistem mangrove di Indonesia saat ini berada dalam kondisi kritis.
Kerusakan mangrove dipicu oleh alih fungsi lahan, pembangunan di wilayah pesisir, pencemaran, serta dampak perubahan iklim. Kondisi tersebut mengancam fungsi mangrove sebagai pelindung pantai, habitat biota laut, dan penyerap karbon alami.
KKP terus mendorong rehabilitasi mangrove melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan. Upaya ini diharapkan dapat memulihkan ekosistem pesisir sekaligus menopang produktivitas perikanan dan ketahanan pangan nasional. [ANTARA FOTO/Andry Denisah/wsj]