Fresh.suara.com - Bripka RR alias Bripka Ricky Rizal sempat menyembunyikan dua pucuk senpi milik Brigadir Novriansyah Yosua Hutabarat di tempat yang aman. Hal itu diduga dilakukan Bripka RR untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan pascaterjadinya ketegangan antara Brigadir J dan Kuat Ma'ruf.
Dalam kesaksian Bripka Ricky Rizal (RR) yang disampaikan pengacaranya, Erman Umar dikutip dari channel YouTube Uncle Wira pada 13 September 2022, saat itu Bripka RR sempat menyembunyikan barang milik Brigadir J yakni senjata panjang dan pendek Brigadir J yang terletak di kamar ADC lantai 1 dipindahkan ke kamar anak Ferdy Sambo yang berada di lantai 2.
Hal itu dilakukan Bripka RR sebelum memanggil Brigadir J karena Putri sempat menanyakan keberadaan Brigadir J.
Erman pun mengatakan, kata RR, dia bertanya ke Putri Candrawathi mengenai peristiwa yang terjadi. Namun pertanyaan itu tidak digubris lalu menanyakan Yoshua.
Sebelum memanggil Brigadir J, Ricky Rizal berinisiatif untuk mengamankan senjata bersama Bharada E yang berada di kamar ADC lantai 1.
Senjata berupa senjata panjang dan senjata pendek itu langsung diamankan ke kamar anak Sambo di lantai 2.
"Bripka Ricky takut apabila tidak diamankan akan digunakan Yosua karena sempat dihalangi Kuat menggunakan pisau," ujar Erman menuturkan pengakuan Ricky.
Kemudian Ricky turun dan sempat bertanya ke Yosua tentang apa yang sebenarnya terjadi. Tetapi Yosua tidak mengetahui alasan Kuat marah-marah kepadanya.
Setelah itu, Ricky membujuk Yosua untuk bertemu dengan Putri Candrawathi karena diminta langsung.
Baca Juga: Mantan Camer Kaesang Marah Putrinya Direndahkan Begini, Tuntut Klarifikasi
"Sampai di kamar 2, Yosua duduk di bawah lantai dan Putri tiduran di kasur. Bripka Ricky menunggu diluar kamar. Pembicaraan antara Yosua dan Putri Candrawathi tidak terdengar oleh Bripka Ricky," imbuh Erman.
Setelah kurang lebih 15 menit Brigadir J bicara dengan Putri, akhirnya dia keluar dari kamar Putri tersebut. Bripka RR sempat menanyakan kembali mengenai peristiwa yang terjadi. Namun Brigadir J lagi-lagi tak memberikan penjelasan.
Di sisi lain, keselamatan Kuat Ma'ruf pun tak terlepas dari peran Bharatu Prayogi yang juga merupakan ajudan Ferdy Sambo. Peran Bharatu Prayogi terungkap setelah rekonstruksi pembunuhan Brigadir J pada Selasa, 30 Agustus 2022.
Dikutip dari YouTube Uncle Wira pada rekonstruksi tersebut akhirnya terungkap alat bukti yaitu dua belah pisau. Pisau tersebut merupakan milik Kuat Ma'ruf.
Pisau tersebut awalnya dipegang oleh Kuat, namun diserahkan kepada salah satu Ajudan Ferdy Sambo yang bernama Bharatu Prayogi. Tak hanya pisau, Kuat juga menyerahkan HT ke Prayogi.
Hal itu terungkap saat rekonstruksi pada adegan ke 74. Saat itu KM atau Kuat Ma'ruf alias Om Kuat sedang berdiri di samping ajudan Ferdy Sambo.
Lalu terdengar seorang penyidik menyampaikan pada adegan ke 74 KM atau Kuat Ma'ruf menyerahkan pisau dan HT kepada Bharatu Prayogi.
Kuat juga terlihat melakukan sesuai dengan apa yang disampaikan penyidik dengan benda yang berwarna hitam menyerupai pisau.
Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian pun mengungkapkan, pisau itu merupakan barang bukti yang memiliki kaitannya dengan peristiwa di Magelang, Jawa Tengah.
"Itu pisau yang dibawa oleh saudara Kuat dari Magelang," kata Andi kepada wartawan di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa 30 Agustus 2022, dikutip dari Uncle Wira yang tayang pada Rabu 31 Agustus 2022.
Dapat disimpulkan dari rekonstruksi pembunuhan Brigadir J yang juga ditayangkan di Polri Tv itu, peran Bharatu Prayogi menyita pisau yang dibawa Kuat Ma'ruf dari Magelang.