Diselimuti Hujan Abu, Kabupaten Magelang Jadi Daerah Paling Terdampak Erupsi Gunung Merapi

Suara Garut

Sabtu, 11 Maret 2023 | 16:44 WIB
Diselimuti Hujan Abu, Kabupaten Magelang Jadi Daerah Paling Terdampak Erupsi Gunung Merapi
Kabupaten Magelang diselimuti hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Merapi, Sabtu (11/3/2023). Kabupaten Magelang jadi daerah paling terdampak akibat erupsi Merapi.

SuaraGarut.id - Kabupaten Magelang jadi daerah yang paling terdampak akibat erupsi Gunung Merapi.

Ada dua kecamatan yang nampak diselimuti abu vulkanik dari pemantauan petugas di lapangan.

Dua kecamatan yang paling terdampak yaitu Kecamatan Dukun dan Kecamatan Sawangan. 

Setidaknya ada 5 desa di Kecamatan Dukun dan 3 desa di Kecamatan Sawangan yang diselimuti hujan debu.

Sebelumnya, Laporan pantauan Tim SAR Kaliurung aktivitas erupsi Gunung Merapi masih terjadi berupa guguran susulan.

Warga yang berada di Lereng Gunung Merapai tepatnya Dusun Turno sudah mulai turun ke titik kumpul.

Sementara pantauan BPBD DIY melaporkan, sampai dengan Pukul 14.25 WIB wilayah DIY belum ada laporan terdampak luncuran awan panas Gunung Merapi. 

Obyek wisata Tlogoputri sementara ditutup, dan di masing-masing titik kumpul merapi sudah dalam kondisi kesiapsiagaan.

Sementara itu, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengimbau agar masyarakat menjauhi daerah bahaya jarak 7 km dari puncak Gunung Merapi di alur Kali Bebeng dan Krasak.

baca juga

"Arah angin saat ini ke barat, barat laut hingga utara. Masyarakat diimbau mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik," tulis akun BPPTKG di twetter. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memberikan imbauan agar warga yang berada di lokasi terdampak mengikuti arahan petugas.

Erupsi Gunung Merapi mulai mengeluarkan guguran awan panas terjadi pada hari Sabtu (11/3/2023) sekira pukul 12.12 WIB.

"Kejadian luncuran awan panas G. Merapi siang ini Setu Legi, 11/03 pukul 12.12 WIB. Perkembangan masih dalam pantauan, utk warga dihimbau jauhi daerah bahaya dan ikuti arahan petugas keselamatan," tulis akun twetter resmi BPBD DIY @TRCBPBDDIY.

Hasil pantauan, BPBD DIY, pukul 12.55 WIB kembali terjadi luncuran awan panas Gunung Merapi mengarah barat daya. Laporan sementara hujan abu meliputi wilayah Kecamatan Selo dan Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Pantauan BPBD DIY di pos Tunggul Arum, Wonokerto dan Wukirsari Sleman, luncuran awan panas Gunung Merapi kembali terjadi pada pukul 13.29 WIB masih mengarah barat daya ke Kabupaten Magelang.

BPBD mengimbau untuk warga terdampak abu vulkanik agar menggunakan masker dan pelindung mata jika berada di luar ruang.

Gunung Merapi ini letaknya berada di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, bagi warga di sekitar merapi diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas setempat.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gunung Merapi Erupsi, Sejumlah Wilayah Diguyur Abu Vulkanik

Gunung Merapi Erupsi, Sejumlah Wilayah Diguyur Abu Vulkanik

Jogja | Sabtu, 11 Maret 2023 | 16:12 WIB

Video Menegangkan Penambang Pasir Kabur Dikejar Wedus Gembel Erupsi Gunung Merapi: Kalem Rasah Banter-banter!

Video Menegangkan Penambang Pasir Kabur Dikejar Wedus Gembel Erupsi Gunung Merapi: Kalem Rasah Banter-banter!

Surakarta | Sabtu, 11 Maret 2023 | 16:05 WIB

Tenang! Tiga Kawasan Rawan Bencana di Kabupaten Klaten Aman dari Dampak Erupsi Gunung Merapi

Tenang! Tiga Kawasan Rawan Bencana di Kabupaten Klaten Aman dari Dampak Erupsi Gunung Merapi

Surakarta | Sabtu, 11 Maret 2023 | 15:49 WIB

Terkini

Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik

Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:45 WIB

7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking

7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking

Tekno | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:43 WIB

Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas

Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:42 WIB

Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?

Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:42 WIB

KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP

KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:40 WIB

Bedak atau Blush On Dulu? Panduan Terbaik untuk Makeup Flawless dan Cantik

Bedak atau Blush On Dulu? Panduan Terbaik untuk Makeup Flawless dan Cantik

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:40 WIB

Sering Terpapar Berita Krisis Iklim, Bisakah Picu Gangguan Kesehatan Mental?

Sering Terpapar Berita Krisis Iklim, Bisakah Picu Gangguan Kesehatan Mental?

Health | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:39 WIB

Resmi Terbitkan 3 Sprindik, Kejagung Jamin Status Tersangka Febrie Adriansyah Tak Gugur

Resmi Terbitkan 3 Sprindik, Kejagung Jamin Status Tersangka Febrie Adriansyah Tak Gugur

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:37 WIB

IHSG Masih di Level 6.000, Saham RANS Melonjak Hampir 25 Persen

IHSG Masih di Level 6.000, Saham RANS Melonjak Hampir 25 Persen

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:32 WIB

Kuasa Hukum Sebut Kematian Santri di Lombok Murni Kecelakaan, Bantah Ada Unsur Kesengajaan

Kuasa Hukum Sebut Kematian Santri di Lombok Murni Kecelakaan, Bantah Ada Unsur Kesengajaan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:29 WIB

×