Beda Kematian Jantung Mendadak dan Serangan Jantung Ini Penjelasan dr. Arie Wibowo

Suara Garut Suara.Com
Rabu, 19 April 2023 | 09:16 WIB
Beda Kematian Jantung Mendadak dan Serangan Jantung  Ini Penjelasan dr. Arie Wibowo
Dokter spesialis jantung dr. Arief Wibowo, SpJp FIHA

SUARA GARUT  - Penyakit jantung merupakan penyebab kematian terbesar di dunia karenanya penyakit berat ini sangat ditakuti, karena selain biaya pengobatannya pun relatif mahal, juga jadi salah satu penyakit paling mematikan.

Masih ingat kasus kematian Adjie Massaid? Ia dikabarkan meninggal saat bermain futsal. Serangan jantung juga merenggut banyak nyawa artis Indonesia, sebut saja misalnya Ashraf Sinclair, Mike Mohede.

Dokter spesialis jantung dr. Arief Wibowo, SpJp FIHA, mengingatkan, kematian Adjie  Massaid itu akibat kematian jantung mendadak.

"Adjie  Massaid itu akibat kematian jantung mendadak, kematian jantung mendadak itu berbeda dengan serangan jantung. Kematian jantung mendadak itu urusannya listrik, kalau listrik mati, shut down  selesai. Kalau serangan jantung itu urusannya pembuluh darah, " ungkapnya, ditemui saat sosialisasi Asa Ren, di Hotel Santika Garut.

Dikatakannya, kalau kematian serangan jantung itu ada proses dramatis atau ada eskalasi yang ditandai nyeri dada, sesak, keluar keringat dingin dan lain sebagainya.

"Untuk penyakit serangan jantung banyak  dialami usia muda loh!  Pasien saya  tuh 30 th, 32, 35 paling muda itu 28 tahun kang," ungkapnya.

Ditambahkannya, potensi penyakit jantung, kanker atau penyakit berat lainnya itu bisa dideteksi dengan tes genetik melalui tes DNA untuk menghindari berbagai penyakit sebagai upaya preventif.

"Jadi yang harus kita angkat itu adalah bagaimana kita bisa mempromosikan usaha preventif kesehatan," ujarnya

Disebutkannya, usaha preventif  itu sendiri ada dua, yakni primary preventif atau primer dan ada sekunder. Bedanya kalau yang primary preventif itu mencegah supaya tidak terjadi penyakit. Sedangkan preventif sekunder, itu sudah terjadi penyakit tapi mencegah terjadinya komplikasi.

Baca Juga: Venna Melinda Ngaku Bersyukur Ditimpa Kasus KDRT: Aku Jadi Enggak Takut Apapun

Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua olahraga itu baik untuk kaitannya dengan kesehatan.

"Setiap orang itu unik tidak bisa di generalisasi. Misalnya Arul baiknya olahraga renang, tapi belum tentu cocok untuk Sidqi, mungkin saja buat Sidqi baiknya bersepeda," katanya.

Katanya, waktu berolahraga pun  optimalisasinya berbeda beda untuk setiap orang. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI