Pertemuan Dua Partai Berbeda Koalisi, Adi Prayitno: Nasib Airlangga dan AHY Maju di Pilpres 2024 Belum Jelas, Ini Sebabnya

Suara Garut

Minggu, 30 April 2023 | 07:27 WIB
Pertemuan Dua Partai Berbeda Koalisi, Adi Prayitno: Nasib Airlangga dan AHY Maju di Pilpres 2024 Belum Jelas, Ini Sebabnya
Direktur Parameter Politik Indonesia.Adi Prayitno.Pertemuan Dua Partai Berbeda Koalisi tidak membahas nasib Airlangga dan AHY maju di Pilpres 2024.(Foto: Tangkapan layar/YouTube)

SUARA GARUT - Ketum Golkar Airlangga Hartarto bertemu dengan Presiden RI ke-VI Susilo Bambang Yudoyono (SBY) di Puri Cikeas Bogor, pada Sabtu, (29/04/2023).

Pertemuan kedua tokoh bangsa itu, berlangsung tidak lebih dari satu jam, membahas permasalahan isu terkini serta jelang pemilu 2024.

Di Puri Cikeas kediaman SBY, Airlangga Hartarto disambut dua putra Presiden Ke-VI Agus yudoyono dan Ibas Yudoyono.

Direktur Exsekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menyebutkan, pertemuan keduanya tidak menyampaikan bagaimana nasib mereka maju di Pilpres 2024, terkait Capres dan Cawapres.

Kedua tokoh tersebut berkali-kali hanya membahas persoalan kekinian terutama persoalan politik jelang pemilu 2024.

Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudoyono mengatakan jangan sampai ada pembelahan, karena ada benturan idiologi.

Jangan sampai kata AHY, politik identitas terulang seperti yang terjadi pada pemilu terdahulu.

Sepakat dengan AHY, Airlangga juga mengatakan jangan sampai Pemilu tahun 2024 menjadi pesta politik yang membelah bangsa menjadi dua.

Memaknai pernyataan keduanya, menurut Direktur Eksekutif Parameter politik Indonesia Adi Prayitno, hal tersebut hanya bersifat normatif.

baca juga

"Saya kira itu adalah satu pernyataan yang sifatnya normatif, dan bersifat himbauan supaya di 2024 tidak terjadi perbelahan yang cukup ekstrim," kata Adi Prayitno, dikutif garut.suara.com dari siaran CNN.Indonesia.

Menurut Adi Prayitno, politik yang mengunyah isu-isu berbasiskan agama ataupun isu-isu yang berbasiskan identitas.

"Di Pemilu sebelumnya terbukti cukup membelah rakyat di Indonesia secara umum," ujarnya. 

Selanjutnya kata Adi, jika mendengar pernyataan AHY, rata-rata mengkritik sistem politik dan suasana demokrasi yang ada di Indonesia.

AHY berpendapat kata Adi Prayitno, masyarakat dinilai takut untuk mengkritik.

Kemudian misalnya perbedaan politik dianggap sebagai sebuah ancaman, dan ada upaya untuk mengotak-atik sistem pemilu.

"Bagi yang berada diluar kekuasaan, itu adalah hal yang lumrah ketika mengkritik dan sikap politik pemerintah secara umum," tandasnya.

Sementara itu, Ketum Golkar Airlangga sambung Adi Prayitno, semangatnya sama.

Airlangga Hartarto menurut Adi, butuh politik kerjasama butuh politik, gotong royong dan tidak ada pembelahan.

"Itu yang disebut oleh Airlangga dengan tidak ada the winner, jadi soal kebangsaan kita kedepan, harus ada kerjasama," kata Airlangga ditirukan Adi Prayitno.

Sehingga pertentangan-pertentangan ideologis perbedaan-perbedaan suku agama yang saat ini begitu mengeras mestinya dihilangkan.

Menanggapi pernyataan Airlangga kata Adi Prayitno lebih kepada sebatas ajakan atau himbauan kepada masyarakat jelang pemilu 2024.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Demokat Kembali Digoyang, AHY Yakin Menang Hadapi PK Kubu Moeldoko

Demokat Kembali Digoyang, AHY Yakin Menang Hadapi PK Kubu Moeldoko

Kotak Suara | Minggu, 30 April 2023 | 07:23 WIB

Usai Bertemu SBY-AHY, Airlangga Nyatakan Golkar Dan Demokrat Sepakat Soal Ini

Usai Bertemu SBY-AHY, Airlangga Nyatakan Golkar Dan Demokrat Sepakat Soal Ini

Kotak Suara | Minggu, 30 April 2023 | 07:11 WIB

SBY-Airlangga Bertemu, Demokrat Dan Golkar Siap Koalisi?

SBY-Airlangga Bertemu, Demokrat Dan Golkar Siap Koalisi?

Kotak Suara | Minggu, 30 April 2023 | 06:42 WIB

Terkini

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

×