"Di tempat _group_ kita yang sekarang sedang berjalan di Purwakarta itu juga kita sama hampir 90% itu kita menggunakan sumber daya manusia yang dari (warga) setempat," imbuh Ervan.
Ervan menambahkan, jika nantinya industri yang berlokasi di Kecamatan Cibatu ini akan mampu menyerap 5.000 hingga 6.000 tenaga kerja, dan akan diprioritaskan untuk warga setempat.
"Tentunya bertahap dari 200, 300, 500, 1000, 2000, 3000 dan selanjutnya sampai dengan 5000 sampai dengan 6000," ungkapnya.
Kriteria pekerjanya sendiri, sebut Ervan, karena pabrik sepatu berorientasi ekspor dengan mengutamakan kualitas, tentunya beragam latar belakang pendidikan mulai SMA, bahkan berpendidikan SMP, namun dengan kualifikasi pengalaman.
Karena sudah didukung oleh pemerintah daerah, ia berharap semua masyarakat juga bisa mendukung kehadiran PT. Silver Skyline Indonesia di Kabupaten Garut.
"Jadi masyarakat harus mempunyai rasa memiliki bahwa ini adalah periuk nasi kita harus dijaga bersama. Jadi satu adalah memberikan dukungan kepada investor," harapnya.
Di tempat yang sama Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kabupaten Garut, Grahaita Gumelar, mengungkapkan, bahwa sebetulnya PLN Garut sudah beberapa kali berkoordinasi dengan PT. Silver Skyline Indonesia terkait dengan kebutuhan listrik yang dibutuhkan, di mana pada intinya PLN siap men-_support_ PT. Silver Skyline Indonesia baik di masa konstruksi maupun di masa tahap awal produksi.
"Informasinya sampai dengan 10 Mega (Watt), intinya PLN siap _support_ dengan kelebihan daya yang ada di sistem PLN saat ini," tandasnya.(*)