SUARA GARUT - Hari Raya Iedul Adha masih 5 atau 6 hari lagi, namun panitia qurban di Mesjid Baitul Fattah, Perum Puri Gandasari, Desa Mangkurakyat, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat sudah melaksanakan penyembelihan hewan qurban pada Sabtu, 24 Juni 2023.
"Pada saat penyembelihan qurban nanti (saat Iedul Adha) harus memperhatikan kesejahteraan hewan, atau Keswan. Lebih cepat eksekusi itu lebih baik, hewan tidak stres dan ketajaman pisau/golok harus optimal agar tidak menyakiti hewan saat disembelih, jangan seperti menggergaji karena pisaunya tumpul," ujar Wakil Ketua DPD Juru Sembelih Halal (Juleha) Indonesia, Kabupaten Garut, pada pelatihan penyembelihan hewan qurban di Mesjid Baitul Fattah, Sabtu (24/06).
Menurutnya, hewan yang akan disembelih itu harus diperlakukan dengan baik supaya tidak stres. Hewan yang stres dalam proses penyembelihan akan berefek kurang baik pada kualitas daging. Misalnya daging jadi alot, bau, rasanya kurang enak dan lainnya.
"Mengumpulkan sohibul qurban dan berdoa itu harus dilakukan sebelum hewan direbahkan. Jangan sampai hewan sudah direbahkan dan siap untuk disembelih, sohibul baru dipanggil, terus berdoa. Ini terlalu lama, kasihan hewannya jadi tidak nyaman dan stress," katanya, pada pelatihan yang diikuti 40 peserta itu.
Disebutkannya, ada hal penting pada saat pelaksanaan Iedul Qurban nanti, tim keamanan. Ini untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan, misalnya sapi stres, kabur ngamuk.
"Tim keamanan ini harus menjaga kondusifitas, terutama yang menonton terlalu banyak, atau yang mengiringi penuntunan sapi terlalu banyak, cukup, 2 atau 3 orang," katanya, sambil memutar video kasus sapi stres dan kabur, sehingga mencederai banyak orang.
Pelatihan sembelih halal bersertifikat itu, disampaikan materi teori dan praktek, serta tatacara dari proses, penuntunan hewan qurban, teknik jatuhan, cara tali temali, cara menyembelih, menguliti, menurunkan daging, membersihkan daleman, hingga pembungkusan dan pembagian daging.
Pelatihan yang diinisiasi oleh pengurus DKM Mesjid Baitul Fattah Perum Puri Gandasari itu, diakhiri dengan praktek penyembelihan satu ekor domba, yang dagingnya dijadikan konsumsi peserta.
Baca Juga: Eva Manurung Puji Barbie Kumalasari, Inara Rusli: Gak Ikutan Ah