Asal Usul Situ Bagendit Garut, Disebut Gegara Tenggelamnya Janda Kaya Raya Sombong

Suara Garut

Minggu, 17 September 2023 | 23:50 WIB
Asal Usul Situ Bagendit Garut, Disebut Gegara Tenggelamnya Janda Kaya Raya Sombong
Objek wisata Situ Bagendit Kabupaten Garut. ((Instagram @situbagendit_official))

SUARA GARUT Situ Bagendit Garut merupakan salah satu destinasi favorit para wisatawan saat berkunjung ke kabupaten yang dijuluki 'Swiss van Java' ini.

Danau yang berada di Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat ini juga tentunya memiliki asal usul yang telah melegenda di kalangan masyarakat sekitarnya.

Situ sendiri dalam Bahasa Sunda artinya danau dan Bagendit konon diambil dari nama seorang wanita bangsawan bernama Nyai Bagendit. 

Berdasarkan cerita yang tersebar di masyarakat, Nyai Bagendit adalah seorang wanita berstatus janda dengan harta kekayaan yang berlimpah. Namun, ia disebut-sebut mempunyai sifat pelit.

Konon, harta yang berlimpah tak terhitung itu merupakan warisan peninggalan sang suami. Tak hanya pelit, wanit bernama Bagendit atau kerap dipanggil Endit itu juga terkenal dengan kesombongannya.

Ia juga sering memamerkan harta kekakayaannya. Bahka ia juga diceritakan memiliki rumah bak istana yang berada jauh dari desa agar tidak ada orang atau masyarakat sekitar yang meminjam uangnya.

Menjadi seorang tengkulak hasil panen pertanian warga merupakan pekerjaan sehari-hari Endit. Ia kerap menjual hasil panen warga dengan harga murah sehingga desa yang ditinggalinya itu masyhur karena kesuburannya.

Namun, hal itu berbanding terbalik dengan banyaknya warga desa tersebut yang hidup miskin. Tentunya, kondisi tersebut terjadi gegara kelakuan janda kaya yang sombong itu.

Para petani di desa itu juga wajib menjual hasil panennya kepada Bagendit karena mereka takut dengan para pesuruh wanita kaya raya itu.

baca juga

Bahkan, ketika pasokan padi para petani habis, mereka harus membelinya dari Bagendit dengan harga yang sangat mahal. Selain itu, saat ada petani yang kehabisan modal, Endit juga akan memberikan pinjaman, tetapi dengan bunga yang amat tinggi.

Tak ayal kelakuan Nyai Bagendit itu menyengsarakan warga khususnya mereka yang bekerja sebagai petani. Banyak warga yang membenci janda kaya yang sombong itu. Mereka lebih memilih diam seribu bahasa dan berharap Tuhan membalas kelakuan Bagendit.

Hingga suatu waktu, Nyai Bagendit diceritakan bertemu dengan sosok kakek yang diketahui seorang pengembara. Pengembara itu datang ke rumah Bagendit dengan tujuan meminta air minum. 

Bukannya membantu sang kakek memberi minum, Nyai Bagendit malah memarahi dan menolak memberi air minum kepada pengembara tersebut. Sikap janda kaya itu jelas membuat kakek itu sakit hati. 

Merasa sakit hati dengan perlakuan Nyai Bagendit terhadap dirinya, kakek pengembara menancapkan sebuah tongkat ke dalam tanah tepat di depan rumah wanita itu. 

Sambil menancapkan tongkat itu, sang kakek juga berujar, wanita itu akan menerima balasan karena sifat pelit yang dimilikinya itu, terutama saat Bagendit menolak memberi air minum kepadanya.

Namun, saat tongkat itu dicabut, keluar air secara perlahan dan semakin lama semakin banyak sehingga menimbulkan banjir dan menggenangi area rumah Bagendit itu. 

Melihat banjir itu, Bagendit malah memilih menyelamatkan harta benda miliknya. Pada saat yang bersamaan, sang kakek tadi tetiba menghilang. 

Air yang keluar dalam volume yang besar itu pun akhirnya menenggelamkan semua area rumah janda kaya yang sangat besar itu. Nyai Bagendit termasuk semua orang yang bekerja sebagai pesuruhnya pun mati tenggelam.

Mulai dari situlah nama danau tersebut diberi nama 'Situ Bagendit' yang sampai sekarang dikenal sebagai salah satu objek wisata terkenal di Garut.

Sampai sekarang, asal usul Situ Bagendit yang berasal dari janda kaya sombong dan kikir yang mati tenggelam karena sifatnya itu pun masih tetap eksis dan melegenda di masyarakat. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Peduli Soal Limbah Kulit Sukaregang, Bupati Garut Malah Pergi ke Milan, FPPG: Bupati Egois!

Tak Peduli Soal Limbah Kulit Sukaregang, Bupati Garut Malah Pergi ke Milan, FPPG: Bupati Egois!

Garut | Sabtu, 16 September 2023 | 22:00 WIB

Dua Kelurahan di Perkotaan Garut Berstatus Kawasan Kumuh

Dua Kelurahan di Perkotaan Garut Berstatus Kawasan Kumuh

Garut | Sabtu, 16 September 2023 | 21:30 WIB

Atasi Dampak Kekeringan, Pemkab Garut Bakal Cari Sumber Mata Air Baru untuk Dibor

Atasi Dampak Kekeringan, Pemkab Garut Bakal Cari Sumber Mata Air Baru untuk Dibor

Garut | Sabtu, 16 September 2023 | 21:00 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×