Cara Mudah Mendeteksi Obesitas

Esti Utami

Senin, 21 April 2014 | 17:15 WIB
Cara Mudah Mendeteksi Obesitas
Ilustrasi kegemukan (Foto: shutterstock)

Suara.com - Obesitas atau kelebihan berat badan kini sudah lama menjadi ancaman kesehatan penghuni planet ini. Obesitas dapat memicu komplikasi berbagai penyakit, seperti diabetes, hipertensi, jantung koroner, gangguan hati, bahkan kanker  yang bisa menyebabkan kematian.

Badan kesehatan dunia, WHO mencatat setiap tahun ada 2,8 juta orang meninggal akibat obesitas. Sebuah angka yang menakjubkan. Sayangnya banyak orang tak menyadari, bahwa dirinya telah kegemukan.  Obesitas adalah keadaan di mana terjadi penimbunan lemak berlebihan karena asupan makanan yang jauh lebih banyak dari yang diperlukan tubuh.

"Jika kita mengkonsumsi karbohidrat dan lemak secara berlebihan, maka timbunan lemak akan semakin besar. Dan itu menimbun dalam perut,"  ujar Vice President of Worldwide Nutrition Training Herbalife, dr. Rocio Medina beberapa waktu lalu.

Untuk mengetahui apakah timbunan lemak sudah berlebih, Rocio memberikan kunci untuk mengukur lingkar perut. "Pada perempuan, maksimal ukurannya adalah 88 cm. Sedangkan laki-laki adalah 102 cm," terangnya.

Jika lingkar perut Anda melewati batas ini maka timbunan lemak di perut Anda sudah lampu kuning.

Cara lain untuk mendeteksi obesitas adalah dengan mengukur berat badan. Seseorang bisa disebut kegemukan jika berat badannya di atas 20% dari berat normal.

Dan berikut sejumlah faktor yang bisa memicu obesitas. Yang pertama adalah faktor biologis. Kecepatan metabolisme dan jumlah minimum energi yang dibutuhkan seseorang berperan penting dalam menentukan berat badan seseorang. Beberapa orang, secara alami menggunakan lebih banyak kalori untuk aktifitas tubuhnya.

Faktor hormonal juga berpengaruh. Obesitas bisa terjadi pada anak-anak, orang dewasa maupun mereka yang sudah berusia lanjut. Ketika seseorang memasuki masa usia lanjut, akan mengalami perubahan hormonal sehingga secara otomatis akan mempengaruhi pola makan. Ini yang memicu terjadinya obesitas.

Tapi dari semua itu pola hidup tidak sehatlah yang paling banyak memicu obesitas. Kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji yang tinggi kalori, gula dan lemak serta kurang aktivitas fisik menjadi penyebab utama terjadinya obesitas.

Jadi sebelum bahaya obesitas mengintai Anda, mulailah hidup sehat dari sekarang. Dan jangan lupa memantau berat badan dan lingkar perut Anda. Dan jika ternyata berat badan Anda sudah melewati batas maksimal, diet seimbang dan rajin berolah raga adalah cara efektif menggerus timbunan lemak di perut Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jangan Anggap Remeh Obesitas

Jangan Anggap Remeh Obesitas

Health | Kamis, 17 April 2014 | 19:11 WIB

Atasi Obesitas dengan "Healthy Portion Diet"

Atasi Obesitas dengan "Healthy Portion Diet"

Health | Kamis, 10 April 2014 | 17:44 WIB

Obesitas Bisa Sebabkan Kekurangan Vitamin D

Obesitas Bisa Sebabkan Kekurangan Vitamin D

Health | Rabu, 19 Maret 2014 | 07:00 WIB

Studi: Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Ovarium pada Perempuan

Studi: Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Ovarium pada Perempuan

Health | Selasa, 18 Maret 2014 | 15:00 WIB

Terkini

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB