Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
Ilustrasi obat antidepresan (Pexels/Andre Moura)

Suara.com - Obat antidepresan telah membantu jutaan orang mengelola depresi, kecemasan, dan gangguan tidur. Namun, manfaatnya bagi kesehatan manusia ternyata menyisakan persoalan lain yang jarang dibicarakan: jejak senyawa obat tersebut kini semakin banyak ditemukan di lingkungan perairan.

Laporan yang dikutip dari Phys.org menunjukkan bahwa hingga 90 persen kandungan obat antidepresan yang dikonsumsi dapat keluar kembali dari tubuh melalui urine dan limbah domestik.

Masalahnya, banyak senyawa tersebut tidak sepenuhnya terurai selama proses pengolahan air limbah. Akibatnya, residu obat dapat masuk ke sungai, danau, dan berbagai sumber air lainnya.

Temuan ini menambah kekhawatiran para ilmuwan mengenai meningkatnya kontaminasi farmasi di lingkungan. Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Environmental Science & Technology, para peneliti menemukan sejumlah antidepresan pada kadar yang berpotensi membahayakan satwa liar perairan di Carolina Utara, Amerika Serikat.

"Temuan dari studi ini, bersama dengan studi lainnya, mengungkapkan bahwa obat-obatan semakin banyak terdeteksi di perairan di seluruh dunia, terutama di dekat lokasi pembuangan instalasi pengolahan air limbah, yang menimbulkan kekhawatiran lingkungan yang semakin meningkat," kata penulis utama penelitian, Erin Baker.

Apa yang ditemukan peneliti?

Untuk memahami sejauh mana masalah ini terjadi, Emily Vincent dan tim peneliti dari University of North Carolina, Chapel Hill, mengambil sampel air dari empat sungai yang berada di dekat muara instalasi pengolahan air limbah serta satu danau terpencil sebagai pembanding.

Sampel yang dikumpulkan pada Desember 2024 kemudian dianalisis untuk mendeteksi 34 senyawa yang termasuk dalam kelompok utama antidepresan, seperti selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs), selective norepinephrine reuptake inhibitors (SNRIs), dan norepinephrine-dopamine reuptake inhibitors (NDRIs).

Hasilnya menunjukkan adanya 17 jenis obat atau metabolit—zat sisa hasil pemecahan obat di dalam tubuh—pada sampel yang diambil di hilir instalasi pengolahan air limbah. Sebaliknya, sampel dari lokasi hulu sungai dan danau hampir seluruhnya bebas dari kontaminasi tersebut.

Yang menjadi perhatian, beberapa senyawa ditemukan pada konsentrasi yang sebelumnya telah dikaitkan dengan perubahan perilaku dan efek toksik pada organisme perairan, termasuk ikan dan krustasea kecil.

Mengapa temuan ini penting?

Selama ini, sebagian besar penelitian mengenai dampak antidepresan terhadap satwa liar dilakukan dalam kondisi laboratorium dengan paparan jangka pendek. Padahal, organisme di alam dapat terpapar senyawa tersebut secara terus-menerus selama bertahun-tahun.

Karena itu, para peneliti menilai perlu adanya penelitian lanjutan yang mengkaji dampak paparan kronis maupun kombinasi berbagai jenis obat yang berada di lingkungan secara bersamaan. Risiko ekologis dari campuran senyawa tersebut masih belum sepenuhnya dipahami.

Temuan ini juga memunculkan pertanyaan yang lebih luas mengenai kualitas sumber air yang digunakan manusia. Banyak sungai yang menjadi lokasi penelitian berfungsi sebagai sumber air minum, irigasi pertanian, maupun ruang rekreasi masyarakat.

Meski penelitian ini tidak menyimpulkan adanya dampak langsung terhadap kesehatan manusia, keberadaan residu obat di perairan menunjukkan bahwa sistem pengolahan air saat ini belum sepenuhnya mampu menghilangkan kontaminan farmasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebelum Sustainability Populer, Masyarakat Indonesia Sudah Hidup Minim Sampah

Sebelum Sustainability Populer, Masyarakat Indonesia Sudah Hidup Minim Sampah

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:25 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Panel Surya Kian Jadi Pilihan untuk Bumi yang Lebih Bersih

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Panel Surya Kian Jadi Pilihan untuk Bumi yang Lebih Bersih

Lifestyle | Senin, 08 Juni 2026 | 20:04 WIB

Larangan Impor Sampah Plastik China Memperburuk Kualitas Udara di Indonesia, Bagaimana Bisa?

Larangan Impor Sampah Plastik China Memperburuk Kualitas Udara di Indonesia, Bagaimana Bisa?

News | Senin, 08 Juni 2026 | 16:30 WIB

Terkini

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:05 WIB

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Health | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:36 WIB

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:17 WIB

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:34 WIB