Hati-hati, Orang Sinis Berisiko Stroke

Ririn Indriani | Suara.com

Minggu, 13 Juli 2014 | 16:23 WIB
Hati-hati, Orang Sinis Berisiko Stroke
Ilustrasi orang sinis. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Hasil penelitian terkini menunjukkan orang berusia setengah baya dan lebih tua yang sangat tertekan, mengalami depresi bahkan mungkin hanya sinis pun bisa berisiko terserang stroke.

Kesimpulan tersebut didapat setelah para peneliti dari Amerika Serikat (AS) melakukan studi itu yang melibatkan lebih dari 6.700 orang dewasa sehat berusia 45 sampai 84 tahun.

Dalam studinya itu partisipan diminta melengkapi kuesioner tentang tingkat stres, gejala depresi, perasaan marah, dan kebencian, yang merupakan ukuran pandangan sinis tentang orang lain.

Para peneliti kemudian mengikuti para partisipan selama delapan sampai 11 tahun dan melihat hubungan antara faktor-faktor psikologis ini dengan risiko orang mengalami stroke.

"Ada semacam fokus pada faktor-faktor risiko tradisional - kadar kolesterol, tekanan darah, merokok, dan sebagainya. Dan itu semua sangat penting, tapi studi seperti yang ini menunjukkan bahwa karakter psikologi juga sama pentingnya," kata salah satu peneliti studi, Susan Everson-Rose, dari Universitas Minnesota di Minneapolis, AS, seperti dikutip dari Live Science.

Pada akhir periode studi, sekitar 200 kasus stroke terjadi. Mereka menemukan bahwa orang dengan tingkat kesinisan tinggi dua kali lebih mungkin mengalami stroke daripada mereka yang kurang sinis.

Studi tersebut juga menemukan bahwa orang-orang dengan banyak gejala depresi 86 persen lebih mungkin mengalami stroke selama studi ketimbang orang-orang dengan jumlah gejala depresi lebih rendah.

Orang yang mengalami stres kronis 59 persen lebih mungkin kena stroke ketimbang mereka yang bebas stres.

Namun dalam hasil studi tersebut, peneliti tidak menemukan hubungan antara perasaan marah dengan peningkatan risiko stroke.

Hasil studi itu tidak berubah ketika peneliti memperhitungkan faktor-faktor risiko stroke yang sudah diketahui termasuk usia, ras, jenis kelamin, dan perilaku sehat.

Para peneliti menyatakan, temuan itu menunjukkan bahwa kondisi psikologis, yang sudah berhubungan dengan kesehatan jantung, juga berperan dalam risiko stroke.

Namun merek mengatakan bahwa belum sepenuhnya jelas bagaimana stres dan emosi negatif mempengaruhi jantung atau otak, tapi emosi terlihat mempunyai pengaruh metabolik, hormonal dan imunitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

Health | Rabu, 22 April 2026 | 06:40 WIB

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 19:44 WIB

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB