Berlari Turunkan Risiko Kematian Akibat Penyakit Jantung

Ririn Indriani

Selasa, 05 Agustus 2014 | 19:50 WIB
Berlari Turunkan Risiko Kematian Akibat Penyakit Jantung
Ilustrasi latihan fisik ringan. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Studi terkini menunjukkan bahwa berlari berapa pun kecepatan atau durasinya ternyata dapat mengurangi risiko kematian secara keseluruhan sekitar 30 persen dan 45 persen akibat penyakit jantung atau stroke.

Kesimpulan tersebut didapat setelah para peneliti  memeriksa lebih dari 50.000 orang dewasa berusia 18 dan 100 tahun, selama lebih dari 15 tahun. Mereka menggunakan data dari Aerobics Center Longitudinal Study.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology ini menyebutkan bahwa orang yang berlari kurang dari satu jam dalam seminggu mendapatkan manfaat kesehatan yang sama seperti orang yang berlari lebih lama, apa pun jenis kelamin, usia, indeks massa tubuh, kondisi kesehatan atau status merokoknya.

Hal ini lebih baik dibandingkan latihan moderat selama 150 menit atau 75 menit latihan penuh semangat selama seminggu seperti yang direkomendasikan Departemen Kesehatan Amerika Serikat.

"Lebih lama (berlari) mungkin tidak lebih baik dalam hubungannya dengan manfaat bagi kesehatan," kata asisten profesor dari Iowa State University sekaligus ketua penulis studi, Duck-chul Lee seperti dilansir USA Today.

Di samping mengurangi risiko kematian, berlari, kata para peneliti, ternyata juga bisa memperpanjang usia harapan hidup.

Rata-rata orang yang senang berlari (atau pelari), menurut para peneliti, dapat hidup tiga tahun lebih lama ketimbang mereka yang bukan pelari.

Kardiolog sekaligus wakil penulis studi, Carl Lavie mengatakan, berlari secara konsisten bahkan dapat mengimbangi faktor risiko kematian lain, termasuk obesitas, tekanan darah tinggi dan merokok.

Dalam studi itu, para partisipan menyelesaikan kuesioner mengenai kebiasaan lari mereka. Berdasarkan sampel, sekitar 24 persen partisipan dilaporkan menjadikan lari sebagai bagian dari latihan saat senggang.

Para peneliti juga menemukan, partisipan yang melakukan lari terus menerus selama lebih dari enam tahun mendapatkan manfaat kesehatan yang paling signifikan, yakni 29 persen lebih rendah berisiko meninggal secara keseluran dan 50 persen lebih rendah meninggal karena penyakit kardiovaskular.

Lavie mengatakan, studi ini hanya memeriksa lari yang dilakukan saat waktu luang.

Ia juga mengatakan bahwa latihan fisik dapat diterjemahkan dalam aktivitas lainnya seperti bersepeda atau berjalan. Bagaimanapun, lari adalah "lebih intens" ketimbang aktivitas lain.

Sementara jika bersepeda, maka harus dilakukan 3-4 kali lebih jauh. Anda yang ingin mulai melakukan lari, kata Lavie, dianjurkan untuk memulainya secara bertahap yaitu diawali dengan berjalan lalu jogging dan berlari.

Menurut Lavie, waktu sempurna melakukan latihan sekitar 30 - 40 menit per hari. Namun, studi ini menunjukkan, orang-orang masih bisa mengurangi risiko kematian hanya dengan melakukannya lima menit per hari. (USA Today)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Makan Daging Merah Kurangi Risiko Penyakit Jantung?

Makan Daging Merah Kurangi Risiko Penyakit Jantung?

Health | Senin, 21 Juli 2014 | 17:25 WIB

Hati-hati, Orang Sinis Berisiko Stroke

Hati-hati, Orang Sinis Berisiko Stroke

Health | Minggu, 13 Juli 2014 | 16:23 WIB

Studi: 'Curhat' dengan Istri, Turunkan Risiko Stroke

Studi: 'Curhat' dengan Istri, Turunkan Risiko Stroke

Lifestyle | Minggu, 06 Juli 2014 | 20:03 WIB

Studi: Perkawinan Bahagia Cegah Penyakit Jantung

Studi: Perkawinan Bahagia Cegah Penyakit Jantung

Health | Minggu, 29 Juni 2014 | 20:48 WIB

Terkini

Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Lagi Berbohong, Pencitraan Mulai Berantakan

Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Lagi Berbohong, Pencitraan Mulai Berantakan

Entertainment | Jum'at, 11 September 2026 | 16:04 WIB

Raksasa Alumunium Rusia, Rusal Segera Garap Hilirisasi Bauksit di Kalimantan

Raksasa Alumunium Rusia, Rusal Segera Garap Hilirisasi Bauksit di Kalimantan

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 16:03 WIB

Pelampung Ditemukan Bukan Milik Kapal Jurnalis, Tim SAR Fokus Sisir Selat Sunda

Pelampung Ditemukan Bukan Milik Kapal Jurnalis, Tim SAR Fokus Sisir Selat Sunda

News | Jum'at, 11 September 2026 | 16:03 WIB

Beasiswa PNM Jadi Jembatan Pendidikan Anak Nasabah Mekaar Raih Mimpi

Beasiswa PNM Jadi Jembatan Pendidikan Anak Nasabah Mekaar Raih Mimpi

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 16:02 WIB

Pemerintah Bakal Gelontorkan Rp11 T untuk Rekening Massal, Apa Urgensinya?

Pemerintah Bakal Gelontorkan Rp11 T untuk Rekening Massal, Apa Urgensinya?

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 16:00 WIB

Apa Itu Bedak Two Way Cake dan Bagaimana Cara Pakainya? Ini Penjelasannya

Apa Itu Bedak Two Way Cake dan Bagaimana Cara Pakainya? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 15:59 WIB

Cara Menempatkan Patung Katak Berkaki Tiga Chan Chu Penarik Rezeki, Jangan Sembarangan

Cara Menempatkan Patung Katak Berkaki Tiga Chan Chu Penarik Rezeki, Jangan Sembarangan

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 15:58 WIB

Tim Gabungan Sita 2.188 Batang Rokok Ilegal di Wonosobo

Tim Gabungan Sita 2.188 Batang Rokok Ilegal di Wonosobo

Jawa Tengah | Jum'at, 11 September 2026 | 15:53 WIB

Panas dengan Asia Barat, Aljazair Blokir Wilayah Udara untuk Pesawat UEA

Panas dengan Asia Barat, Aljazair Blokir Wilayah Udara untuk Pesawat UEA

News | Jum'at, 11 September 2026 | 15:52 WIB

PTPP Baru Bisa Lunasi Utang Bank Rp13,3 Triliun Hingga 2041

PTPP Baru Bisa Lunasi Utang Bank Rp13,3 Triliun Hingga 2041

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 15:51 WIB

×