Bagaimana Sulap 'Menyembuhkan' Penderita "Cerebral Palsy"

Esti Utami | Suara.com

Sabtu, 23 Agustus 2014 | 13:49 WIB
Bagaimana Sulap 'Menyembuhkan' Penderita "Cerebral Palsy"
Ilustrasi sulap (shutterstock)

Suara.com - Nancy, gadis berusia delapan tahuan itu tampak serius berkonsentrasi. Dia mengabaikan rambut panjangnya menutupi wajahnya. Dia sedang berusaha melipat selembar kertas  menjadi tiga, dan menghubungkan penjepit kertas atas lipatan. Kuku jari kirinya dicat pink, sedangkan jari tangan kanannya dicat biru, menandakan fungsi yang berbeda. Dengan disiplin ia menyebar jari-jarinya bercat biru untuk melipat kertas di tangannya.

Nancy adalah satu dari banyak anak yang berlatih sulap di rumah sakit Guy di London, Inggris. Kamp musim panas itu kali ini begitu berbeda, semua taplak meja yang terbuat dari beludru merah.

Selama dua minggu, Nancy dan rekan-rekannya akan belajar trik sulap sebelum tampil di teater Magic Circle. Mereka adalah penderita hemiplegia, bentuk umum dari cerebral palsy, sebuah kelainan yang mempengaruhi kontrol otot di setengah bagian tubuh.

Beberapa penderita penyakit ini harus berjalan terpincang-pincang, sebagian yang lain memiliki satu tangan terkunci, --jempol terjebak di dalam lipatan telapak tangan, jari-jari terus mengepal membentuk tinju, atau pergelangan tangan yang menolak untuk digerakkan.  Dengan latihan sulap, ternyata beberapa anak terbukti mengalami kemajuan yang signifikan.

"Anak-anak dengan hemiplegia cenderung mendapatkan terapi terbatas, setelah pasien bisa berjalan mereka dianggap baik-baik saja. Padahal kenyataannya tidak seperti itu," ujar Yvonne Farquharson, pengelola kamp sementara itu.

Ia menyebut, latihan "At Breathe Magic" ini sebagai penolong bagi mereka yang tidak memiliki kontrol otot. Di sini mereka tidak memiliki tempat untuk bersembunyi. Semua peralatan sulap disimpan dalam kotak tertutup yang hanya bisa diangkat dengan dua tangan. Buku harian yang digembok. Camilan mereka adalah sekantong keripik. Dan latihan intensif selama 60 jam dalam 10 hari, membuat latihan ini efektif bekerja.

Terapi ini digagas David Owen, mantan pesulap terkenal di Inggris. Ayah Owen adalah seorang ahli bedah, ibunya seorang perawat. "Saya tertarik untuk mencari cara yang berbeda untuk menggunakan sulap," katanya.

"Mempraktekkan trik sulap memiliki pengaruh meditatif. Kamp "menggunakan sihir sebagai metafora. Ini adalah cara untuk berurusan dengan komunikasi," terangnya

Itu juga pengalaman yang dirasakan George Say, 16, seorang peserta pada tahun 2010, dan tahun ini kembali sebagai mentor. Ia mengaku tidka sepercaya diri Nancy, dan sering diganggu teman-temannya.

"Saya tidak bisa bermain sepak bola atau bersepeda dengan teman-teman saya. Saya selalu terlalu lambat. Begitu aku sampai ke kamp ajaib ini saya merasa begitu baik, dan  bisa menjadi diriku sendiri, bukan dihakimi," ujarnya.

Terapi ini dibangun di atas dasar gagasan transformasi. Kejutan terbesar dari terapi ini adalah anak-anak itu belajar untuk melakukan tugas-tugas biasa seperti halnya menguasai sesuatu yang luar biasa. Mereka telah belajar sesuatu yang tidak membosankan yang semua orang bisa melakukannya, tetapi sesuatu yang hanya beberapa orang bisa melakukannya. "Dan mereka telah belajar untuk percaya apa yang tampaknya mustahil, bisa diubah dengan sulap," ujar Say. (The Guardian)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dua Penderita Ebola di AS Dinyatakan Sembuh

Dua Penderita Ebola di AS Dinyatakan Sembuh

Health | Jum'at, 22 Agustus 2014 | 08:22 WIB

Turunkan Berat Badan Dengan Diet Melon

Turunkan Berat Badan Dengan Diet Melon

Lifestyle | Rabu, 20 Agustus 2014 | 07:56 WIB

Khasiat di Balik Kesegaran Air Kelapa

Khasiat di Balik Kesegaran Air Kelapa

Health | Selasa, 19 Agustus 2014 | 09:52 WIB

Menilik Kesehatan Pencernaan dari 'Kotoran' Anda (2)

Menilik Kesehatan Pencernaan dari 'Kotoran' Anda (2)

Health | Jum'at, 15 Agustus 2014 | 13:01 WIB

Menilik Kesehatan Pencernaan dari 'Kotoran' Anda (1)

Menilik Kesehatan Pencernaan dari 'Kotoran' Anda (1)

Health | Kamis, 14 Agustus 2014 | 19:47 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB