Suami Siaga Bantu Turunkan Angka Kematian Ibu

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Rabu, 24 Desember 2014 | 16:00 WIB
Suami Siaga Bantu Turunkan Angka Kematian Ibu
Ilustrasi ibu hamil yang didampingi oleh suami. (Shutterstock)

Suara.com - Dukungan dari orang terdekat sangat penting bagi ibu hamil (bumil) untuk memastikan kesehatannya selama hamil dan demi kelancaran proses persalinan. Salah seorang yang sangat berperan tentunya adalah sang suami yang selalu mendampingi istri yang mengandung menghadapi fase-fase terberatnya.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, Kementerian Kesehatan RI, Anung Sugihantono.

Menurutnya, masih banyak bumil yang tidak mendapatkan pendampingan yang tepat dari orang terdekatnya, termasuk suami yang bekerja di luar kota, sehingga rentan memicu stres yang bisa berakibat buruk bagi kesehatan janin dan dirinya.

"Seringkali perubahan sosial mempengaruhi kondisi ibu hamil, seperti banyaknya isteri yang ditinggal suami yang bekerja di luar kota. Akhirnya saat persalinan pun istri tidak didampingi suami. Ini salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia," ujarnya di Gedung Kemenkes, Jakarta, belum lama ini.

Hal senada juga dikatakan Direktur Bina Kesehatan Ibu, Gita Maya Koemara Sakti. Menurutnya bumil sangat membutuhkan pendamping untuk memastikan bahwa dirinya mendapatkan informasi yang tepat seputar kehamilan, akses ke fasilitas kesehatan, hingga menemani saat proses kehamilan.

Tak hanya itu, bumil juga butuh teman ngobrol untuk mengurangi kekhawatirannya terhadap proses kehamilan.

"Istilah suami siaga itu memang diperlukan karena kehamilan bukan hanya tanggung jawab istri tapi juga suami, bahkan keluarganya," kata Gita.

Untuk itulah selama sembilan bulan terakhir, Kementerian Kesehatan bersama sejumlah stakeholder seperti Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) dan Gerakan Kesehatan Ibu & Anak (GKIA) mengadakan kampanye Kampanye Peduli Kesehatan Ibu untuk menggalakkan pentingnya pendampingan bagi ibu hamil.

Kampanye ini berhasil menggerakkan 174 sukarelawan di berbagai pelosok Jakarta untuk menjadi pendamping bagi 300 ibu hamil.

Para sukarelawan ini bertugas untuk menggerakkan ibu hamil mengontrol kehamilannya di fasilitas kesehatan terdekat serta menjadi teman 'curhat' untuk mendiskusikan segala hal yang berkaitan dengan kehamilannya. Dengan kampanye ini diharapkan bisa menjadi jalan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Inilah Tanda-tanda Bahaya Kehamilan

Inilah Tanda-tanda Bahaya Kehamilan

Health | Senin, 22 Desember 2014 | 18:35 WIB

Hanya 44 Persen Ibu Hamil yang Tahu Tanda Bahaya Kehamilan

Hanya 44 Persen Ibu Hamil yang Tahu Tanda Bahaya Kehamilan

Health | Senin, 22 Desember 2014 | 17:27 WIB

Sering Kram Saat Hamil? Ini Solusinya!

Sering Kram Saat Hamil? Ini Solusinya!

Health | Rabu, 22 Oktober 2014 | 10:47 WIB

Perdarahan, Penyebab Utama Tingginya Kematian Ibu

Perdarahan, Penyebab Utama Tingginya Kematian Ibu

Health | Kamis, 09 Oktober 2014 | 17:00 WIB

Terkini

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB