Pasien Kanker Payudara Belum Tentu Harus Jalani Kemoterapi

Siswanto, Firsta Nodia

Kamis, 12 Maret 2015 | 11:32 WIB
Pasien Kanker Payudara Belum Tentu Harus Jalani Kemoterapi
Ilustrasi payudara (shutterstock)

Suara.com - Untuk mencegah sel kanker menyebar, kemoterapi menjadi patokan dalam pengobatan kanker. Namun, bagi Anda pengidap kanker payudara, tak perlu khawatir, karena tak semua pasien harus menjalani kemo.

"Tidak semua pasien harus mendapatkan kemoterapi, hanya 30 persen saja yang perlu di-kemo. Sisanya yang 70 persen ini nggak perlu dikemoterapi karena bisa saja membuat pasien lebih buruk atau justru hasilnya sama seperti tidak diberikan kemoterapi," ujar dokter spesialis bedah onkologi Rumah Sakit Dharmais, Walta Gautama di Jakarta.

Lebih lanjut, dokter Walta menekankan bahwa ada persyaratan tertentu yang membuat pasien kanker payudara mendapat kemoterapi. Syarat ini mempengaruhi efektivitas pengobatan kemoterapi yang memberi kerap menyiksa pasien. Apa saja?

Pertama adalah ukuran tumor. Dikatakan dokter Walta, jika ukuran tumor masih 3 cm maka pasien tidak perlu diberi pengobatan kemoterapi. Pasien harus mendapat kemoterapi ketika ukuran tumor mencapai 5cm.

Kedua adalah usia. Semakin muda pasien kanker payudara maka pertimbangan dokter untuk melakukan kemoterapi semakin besar. Hal ini dilakukan agar proses penyembuhannya bisa dilakukan optimal.

Ketiga adalah derajat keganasan sel kanker. Jika hasil diagnosis menyatakan bahwa derajat keganasan kanker sudah mencapai tingkat 3 maka pasien wajib mendapat kemoterapi.

Keempat, adanya kebocoran dari tumor yang sudah masuk ke saluran pembuluh darah atau limfa. Jika terbukti ada saluran yang bocor dari tumor maka pasien harus segera diberi tindakan kemoterapi untuk mencegah penyebarannya.

Kelima adalah jumlah kelenjar getah bening. Jika kelenjar getah bening mencapai 4-5 maka pertimbangan pasien mendapat kemoterapi semakin besar.

Selain itu, dokter Walta juga menambahkan bahwa ada faktor lain yang harus menjadi pertimbangan apakah pasien butuh pengobatan kemoterapi atau tidak.

"Hormon progesteron dan estrogen receptor juga harus dilihat. Kalau hormonnya negatif maka wajib kemoterapi. Selain itu status Her2 dan KI67 sebagai biomarker. Kalau hasilnya tinggi, kemungkinan kemo semakin tinggi," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Diet Vegetarian Bisa Kurangi Risiko Kanker Usus Besar

Diet Vegetarian Bisa Kurangi Risiko Kanker Usus Besar

Health | Jum'at, 13 Maret 2015 | 09:18 WIB

Mitos Tak Benar Tentang Kanker Payudara

Mitos Tak Benar Tentang Kanker Payudara

Health | Kamis, 12 Maret 2015 | 13:02 WIB

Pikir-pikir Dulu Obati Kanker Payudara ke Pengobatan Alternatif

Pikir-pikir Dulu Obati Kanker Payudara ke Pengobatan Alternatif

Health | Kamis, 12 Maret 2015 | 11:36 WIB

Kanker Payudara yang Menyerang Laki-laki Jauh Lebih Ganas

Kanker Payudara yang Menyerang Laki-laki Jauh Lebih Ganas

Health | Kamis, 12 Maret 2015 | 09:30 WIB

Terkini

Transaksi LCT Indonesia Tembus 42,07 Miliar Dolar AS pada Semester I 2026

Transaksi LCT Indonesia Tembus 42,07 Miliar Dolar AS pada Semester I 2026

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 07:49 WIB

Urutan Zodiak Paling Dingin dan Tidak Punya Perasaan, Sikapnya Bikin Salah Paham

Urutan Zodiak Paling Dingin dan Tidak Punya Perasaan, Sikapnya Bikin Salah Paham

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 07:47 WIB

7 Efek Samping Mengoleskan Cuka Apel Langsung ke Flek Hitam, Jangan Sembarangan

7 Efek Samping Mengoleskan Cuka Apel Langsung ke Flek Hitam, Jangan Sembarangan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 07:46 WIB

Ulasan Novel 'Partikel': Formula Hollywood di Balik Karya Dee Lestari

Ulasan Novel 'Partikel': Formula Hollywood di Balik Karya Dee Lestari

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 07:45 WIB

Tidur Terganggu Bau Aneh, Warga Kaget Ada King Kobra 3,5 Meter Melingkar di Bawah Kasur

Tidur Terganggu Bau Aneh, Warga Kaget Ada King Kobra 3,5 Meter Melingkar di Bawah Kasur

Bali | Selasa, 29 September 2026 | 07:43 WIB

Bikin Karyawati RS Tersungkur, Sejoli di Tulang Bawang Diringkus Saat Asyik Makan

Bikin Karyawati RS Tersungkur, Sejoli di Tulang Bawang Diringkus Saat Asyik Makan

Lampung | Selasa, 29 September 2026 | 07:43 WIB

Kekerasan Eks Kepsek SMPN 18 Malang Terkuak: 10 Siswa Trauma, Polisi Mulai Bergerak

Kekerasan Eks Kepsek SMPN 18 Malang Terkuak: 10 Siswa Trauma, Polisi Mulai Bergerak

Malang | Selasa, 29 September 2026 | 07:34 WIB

Rupiah Dekati Rp18.000, BI Pilih Kurangi Intervensi di Pasar Valuta Asing

Rupiah Dekati Rp18.000, BI Pilih Kurangi Intervensi di Pasar Valuta Asing

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 07:31 WIB

5 Pilihan Motor Matic Paling Irit 2026, Ada yang Tembus 60 Km per Liter

5 Pilihan Motor Matic Paling Irit 2026, Ada yang Tembus 60 Km per Liter

Otomotif | Selasa, 29 September 2026 | 07:27 WIB

Selasa Pagi, Kualitas Udara Jakarta Masuk 6 Terburuk di Dunia

Selasa Pagi, Kualitas Udara Jakarta Masuk 6 Terburuk di Dunia

News | Selasa, 29 September 2026 | 07:17 WIB

×