Array

Ibu Hamil Harus Jauhkan Rasa Khawatir

Yusuf Abdillah Suara.Com
Minggu, 26 April 2015 | 22:32 WIB
Ibu Hamil Harus Jauhkan Rasa Khawatir
ilustrasi ibu hamil

Suara.com - Pakar stimulasi anak, Irene F Mongkar mengatakan, ibu-ibu yang sedang hamil harus menjauhkan diri dari perasaan khawatir dan takut karena akan sangat berdampak bagi bayi yang dilahirkan.

"Biasanya pada masa kehamilan trimester ketiga, memang muncul banyak kekhawatiran dari kaum ibu dan kekhawatiran yang terbesar itu umumnya tentang proses melahirkan yang akan dijalani," kata Irene saat menjadi pembicara pada acara bertajuk "Prenagen Pregnancy Educational Journey", di Denpasar, Minggu.

Kekhawatiran tersebut, ucap dia, dipicu bukan saja karena waktu melahirkan yang semakin dekat, tetapi ditambah banyak perubahan yang lebih nyata yang dapat dirasakan. "Apalagi bagi ibu yang akan menjalani proses persalinan untuk pertama kali," ujarnya.

Menurut Irene, ketika ibu hamil merasa khawatir dan takut yang berlebihan, maka akan membuat tubuh bereaksi sangat negatif terhadap proses kelahiran sehingga dapat menyulitkan proses persalinan.

Demikian juga bayi yang dilahirkan akan menjadi tidak tenang.

Berbeda halnya dengan bayi yang terlahir dari ibu yang tenang dan nyaman serta selalu berpikir positif, maka bayi yang dilahirkan pun akan menjadi bayi yang tenang. "Jadi pikiran positif selama masa kehamilan dan dalam proses melahirkan, akan sangat berpengaruh positif pada si kecil," kata Irene.

Ketika bayi sudah lahir, Irene mengharapkan para ibu juga terus mengevaluasi kemampuan-kemampuan dasar si kecil agar dapat diketahui apakah kondisi dan fungsi kerja sistem saraf buah hati.

"Jika masih belum sesuai, para orang tua dapat melakukan sesuatu untuk memastikan apakah semua berjalan sesuai dengan yang seharusnya dengan memberikan stimulasi-stimulasi khusus. Teruslah berikan stimulasi pada bayi dan lihat mereka tumbuh menjadi manusia seutuhnya yang bahagia, percaya diri, dan penuh imajinasi," katanya pada acara yang dihadiri ratusan ibu hamil dan menyusui itu.

Para orang tua, lanjut Irene, jangan pernah bosan memberikan informasi dalam segala bentuk dan jangan menghambatnya untuk bergerak, berbicara dan melakukan eksplorasi.

Sementara itu, dr Boy Abidin SpOG, pembicara lainnya memandang pentingnya kematangan dalam perencanaan dan persiapan kehamilan bagi para calon orang tua, serta terus membekali diri dengan pengetahuan seputar tumbuh kembang bayi.

"Memang sebagian besar calon orang tua akan mengalami banyak pertanyaan di benak mereka, terutama di trimester pertama dan ketiga," ujarnya.

Boy mengemukakan, pada trimester pertama yang kerap menjadi pertanyaan seputar perubahan hormonal, mitos dan fakta kehamilan, tanda-tanda keguguran, tanda-tanda bahaya kehamilan dan sebagainya.

Sedangkan pada trimester ketiga biasanya dihadapkan pada pertanyaan seputar gejala bengkak kaki, tangan, pusing berkepanjangan, penglihatan terganggu dan sebagainya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI