Hati-hati, Diet Atkins Bisa Sebabkan Kematian

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Sabtu, 09 Mei 2015 | 10:30 WIB
Hati-hati, Diet Atkins Bisa Sebabkan Kematian
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Pelangsing kini telah semakin populer di tengah masyarakat. Tapi penelitian menunjukkan, diet yang tinggi protein dan rendah karbohidrat, yang biasa disebut dengan diet gaya Atkins, tidak dapat membantu untuk penurunan berat badan bahkan justru bisa menyebabkan kerusakan.

Sebuah studi terkini menemukan orang-orang yang mengikuti gaya diet Atkins, hampir dua kali lebih mungkin untuk mendapatkan berat badan yang tidak diharapkan.

Mereka juga berisiko lebih besar meninggal selama penelitian dibandingkan mereka yang diet lebih seimbang.

Para ilmuwan Spanyol mengatakan meskipun diet ini populer, sebenarnya tidak ada bukti diet tinggi protein membantu orang menurunkan berat badan dalam jangka panjang.

Bahkan, ada bukti bahwa mereka justru dapat menyebabkan masalah kesehatan. Protein lebih mengisi daripada karbohidrat, dan diet Atkins menyarankan makan banyak protein untuk membantu menurunkan berat badan.

Diet Atkins menyarankan mengganti roti dan kentang goreng untuk sarapan dengan steak. Jenis diet tersebut telah diikuti oleh tiga juta warga Inggris, dan hingga kini diet tersebut masih banyak dilakukan oleh banyak orang.

Penelitian terbaru, dari Rovira i Virgili University di Reus, melacak kesehatan lelaki dan perempuan yang memiliki risiko tinggi penyakit jantung selama hampir lima tahun.

Perhatian khusus diberikan untuk berapa banyak protein yang mereka makan. Analisis menunjukkan mereka yang makan banyak protein dan sejumlah kecil karbohidrat, seperti yang diterapkan pada diet Atkins, hampir dua kali lebih mungkin mendapatkan lebih dari 10 persen dari berat badan mereka.

Selain itu, 59 persen lebih mungkin untuk meninggal selama penelitian. Mereka yang mengisi protein tetapi juga mengurangi lemak tampaknya dapat menjadi lebih berisiko.

Kongres Obesitas Eropa mengatakan kelompok ini memiliki kesempatan 66 persen lebih besar dari sekarat.

Para penulis mengatakan, diet ini juga bisa menyebabkan tingkat yang lebih tinggi dari kerusakan ginjal, serta perubahan tingkat lemak darah dan cara tubuh memproses gula.

Mereka menyimpulkan: 'asupan protein yang lebih tinggi, dikaitkan dengan peningkatan risiko jangka panjang kenaikan berat badan dan kematian secara keseluruhan pada populasi Mediterania berisiko tinggi kardiovaskular.

Pada saat ini, tidak ada bukti yang mendukung penggunaan diet protein tinggi sebagai strategi untuk menurunkan berat badan jangka panjang. Beberapa bukti justru menunjukkan efek negatif dari diet protein tinggi pada hasil klinis lainnya.

Helena Gibson-Moore, dari British Nutrition Foundation, mengatakan bahwa diet tinggi protein dapat membantu melangsingkan dalam jangka pendek. Namun dia menambahkan: "Bukti pendukung penggunaan diet protein tinggi untuk menurunkan berat badan jangka panjang lebih lemah - mungkin karena diet tinggi protein dapat sulit untuk menempel."

Ada beberapa kekhawatiran tentang keamanan diet protein tinggi dalam jangka panjang.

"Sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum memulai gaya diet baru, terutama jika Anda yang memiliki kondisi kesehatan tertentu," kata dia.

Bahkan, menurut sebuah penelitian terbaru, makan enam kali sehari bisa menjadi cara terbaik untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal.

Ilmuwan California State University meneliti perempuan gemuk yang makan enam porsi kecil sehari selama dua minggu. Kelompok ini kemudian beralih ke makan jumlah kalori yang sama setiap hari, tapi dalam dua kali makan besar.

Jurnal Nutrition Research melaporkan bahwa makan dalam porsi sedikit, tetapi sering membantu peserta kehilangan lebih banyak lemak dan otot. (Daily Mail)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Penyebab Anda Ingin Terus Mengemil

Ini Penyebab Anda Ingin Terus Mengemil

Health | Sabtu, 02 Mei 2015 | 14:05 WIB

Miliki Tubuh Sempurna, Perempuan Ini Tak Percaya Diet

Miliki Tubuh Sempurna, Perempuan Ini Tak Percaya Diet

Lifestyle | Senin, 27 April 2015 | 07:46 WIB

Sayuran Ini Ternyata Kurang Perlu Dikonsumsi Perempuan

Sayuran Ini Ternyata Kurang Perlu Dikonsumsi Perempuan

Health | Kamis, 23 April 2015 | 15:28 WIB

Telan Pil Diet Berlebih, Tubuh Gadis Ini "Terbakar dari Dalam"

Telan Pil Diet Berlebih, Tubuh Gadis Ini "Terbakar dari Dalam"

Health | Selasa, 21 April 2015 | 08:36 WIB

Terkini

Membaca Jadi Privilese Mewah: Mengapa Harga Buku Makin Tak Terjangkau?

Membaca Jadi Privilese Mewah: Mengapa Harga Buku Makin Tak Terjangkau?

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:00 WIB

Prabowo Resmi Tunjuk Kuntadi Jadi Jampidsus, Gantikan Febrie Adriansyah

Prabowo Resmi Tunjuk Kuntadi Jadi Jampidsus, Gantikan Febrie Adriansyah

Video | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:00 WIB

Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI hingga Tewas di Kelapa Dua Bertambah Jadi 7 Orang

Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI hingga Tewas di Kelapa Dua Bertambah Jadi 7 Orang

Banten | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:57 WIB

KPAI Sebut Rumah, Sekolah, dan Ruang Digital Masih Jadi Tempat Rawan bagi Anak

KPAI Sebut Rumah, Sekolah, dan Ruang Digital Masih Jadi Tempat Rawan bagi Anak

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:57 WIB

Keponakan Prabowo Berikan Syarat Pembelian Dolar AS di Atas US$10.000

Keponakan Prabowo Berikan Syarat Pembelian Dolar AS di Atas US$10.000

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:53 WIB

Demo Desak Penahanan Febrie Adriansyah di Kejagung Berujung Ricuh

Demo Desak Penahanan Febrie Adriansyah di Kejagung Berujung Ricuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:45 WIB

Alasan Donald Trump Calonkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

Alasan Donald Trump Calonkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Adopsi Bus Listrik Masih di Bawah 10 Persen, Bagaimana Strategi Percepatannya?

Adopsi Bus Listrik Masih di Bawah 10 Persen, Bagaimana Strategi Percepatannya?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Masihkah Pendidikan Menjadi Tiket Keluar dari Kemiskinan?

Masihkah Pendidikan Menjadi Tiket Keluar dari Kemiskinan?

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Ditangkap di Tangerang via Red Notice Interpol, Ini Nasib WN Siprus Abdul Karim

Ditangkap di Tangerang via Red Notice Interpol, Ini Nasib WN Siprus Abdul Karim

Banten | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:38 WIB

×