Ini Gunanya Klorin Dalam Proses Produksi Pembalut

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Rabu, 08 Juli 2015 | 18:52 WIB
Ini Gunanya Klorin Dalam Proses Produksi Pembalut
Ilustrasi pembalut. (Shutterstock)

Suara.com - Masyarakat khususnya kaum Hawa baru saja dibuat resah dengan temuan YLKI terhadap produk pembalut dan pantyliner yang disinyalir mengandung zat kimia klorin. Dalam paparannya, peneliti YLKI, Arum Dinta menjelaskan bahwa penggunaan pembalut mengandung klorin bisa menganggu kesehatan organ intim perempuan seperti iritasi, keputihan, gatal-gatal hingga kanker.

Lalu apa sebenarnya klorin itu? Menurut Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Maura Linda Sitanggang, senyawa klorin merupakan bahan pemutih yang biasa digunakan dalam proses produksi pembalut. Dalam kehidupan sehari-hari klorin juga biasa ditemukan dalam air bersih, air kolam renang, bahkan garam sekalipun.

"Pada proses produksinya pembalut wanita yang berasal dari selulosa dilakukan proses pemutihan. Ada dua metode pemutihan yang sesuai dengan pedoman FDA (BPOM Amerika), salah satunya menggunakan senyawa klorin tapi tidak mengandung elemen gas klorin. Yang berbahaya gas klorin," kata Linda dalam temu media di Jakarta, Rabu (8/7/2015).

Kedua jenis metode pemutihan tersebut antara lain, Elemental Chlorine Free (ECF) Bleaching, yaitu pemutihan dengan tidak menggunakan elemen gas klorin, tetapi menggunakan senyawa klorin. Kemudian,Totally Chlorine Free (TCF) Bleaching, yaitu pemutihan yang tidak menggunakan senyawa klorin, melainkan hidrogen peroksida. Kedua metode ini dinyatakan aman digunakan dan bebas dioxine.

Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa gas klorin dalam suhu pemanasan yang tinggi dapat melepaskan senyawa dioxine yang bersifat karsinogenik. Zat inilah yang dikhawatirkan dapat memicu iritasi hingga kanker dalam jangka panjang.

"Senyawa kimia dioxin larut dalam lemak dan dapat bertahan dalam tubuh. Namun pelepasan dioxine pada gas klorin juga baru terjadi melalui proses penguapan dengan suhu sangat tinggi, yaitu 446,5 derajat celsius," imbuhnya.

Linda juga memastikan semua produk pembalut yang memiliki izin edar telah melalui sederet uji evaluasi sehingga tidak mengandung gas klorin bahkan dioxine.

"FDA tidak menentukan batas aman pemakaian klorin sehingga merk yang beredar memang sudah memenuhi syarat dengan batas ambang lemah," pungkasnya.

BERITA MENARIK LAINNYA: 

Kemenkes: Dioxine pada Pembalut Lebih Bahaya Dibanding Klorin

Anak Korban Gergaji Tangan Sudah Alami Kekerasan Selama 6 Tahun

Umrah, Wajah Laudya Bella Terbakar

Tak Merasa Membunuh Angeline, Margaret Keukeuh Tolak Tandatangan

Pakai Mukena, Bella Sophie Malah Dicaci

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemenkes Desak YLKI Klarifikasi Temuan Pembalut Klorin

Kemenkes Desak YLKI Klarifikasi Temuan Pembalut Klorin

Health | Rabu, 08 Juli 2015 | 16:42 WIB

Kemenkes Tegaskan Pembalut yang Beredar di Pasaran Aman Digunakan

Kemenkes Tegaskan Pembalut yang Beredar di Pasaran Aman Digunakan

News | Rabu, 08 Juli 2015 | 04:54 WIB

Terkini

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

Sport | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:56 WIB

×