Menkes: Penanganan Kesehatan Korban Asap Sudah Maksimal

Ardi Mandiri

Kamis, 08 Oktober 2015 | 00:13 WIB
Menkes: Penanganan Kesehatan Korban Asap Sudah Maksimal
Menkes Nila F. Moeloek. (Foto: Suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menegaskan upaya penanganan kesehatan bagi masyarakat akibat asap sudah dilakukan maksimal.

"Kami sudah memberikan bantuan obat, masker, oksigen yang diminta, sudah kami kirim. 27,595 ton sudah kami kirim," kata Nila di Kantor Presiden usai rapat terkait penanganan asap di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (7/10/2015).

Menkes mengatakan pemerintah menilai yang harus segera dilakukan adalah upaya untuk memadamkan api sehingga bisa mengurangi asap yang membuat masyarakat terganggu kesehatannya.

Menurut Nila, masalah yang dihadapi dalam penanganan kesehatan adalah kondisi kualitas udara yang belum beranjak normal.

"Asapnya nggak berhenti. Hari ini misalnya anda yang ISPA, kemudian besok saya yang ISPA, besok lagi anda. Jadi mungkin anda pulang sudah baik, saya yang besok (terkena). Jadi komulatifnya akan tinggi. Belum anak-anak, pagi ini ISPU-nya bagus, kemudian sore naik. Betul kalau ISPU 300 itu jelek. Jadi kalau ISPU lagi tinggi, sebaiknya kita di dalam rumah, kalau kita keluar ya kita akan kena. Apalagi kalau orang-orang yang berisiko tinggi, misalnya saya sudah kena penyakit paru-paru, kemudian saya keluar dan udaranya begitu ya jadinya sesak dan bisa meninggal," paparnya.

Terkait masukan penggunaan masker jenis N95, Nila mengatakan masker jenis tersebut menurut para dokter ahli paru-paru efektif untuk menghadapi kasus tertentu namun tidak untuk asap.

"Kami sudah kirim. Cuma itu masker ada perbedaan antara masker biasa dan masker ini. Masker N95 itu pori-porinya kecil sekali, sedangkan polutannya yang terjadi saat ini itu agak besar. Jadi kalau itu menempel (di masker-red), jadinya malah menutup pori-pori masker, malah pernapasannya menjadi lebih sulit. Itu yang diterangkan tadi oleh dokter ahli paru. Tadi kami memanggil dokter ahli paru untuk menjelaskan itu. Jadi sebenarnya masker yang biasa itu bisa, karena masker itu masih masuk udara, jadi kita masih bisa bernapas. Tapi partikel yang besar-besar itu tertahan di masker," kata Nila.

Ditambahkannya,"Itu untuk bencana sebenarnya. Jadi untuk kesehatan pakai masker itu (biasa-red). (N95-red) itu untuk virus yang kecil, nah itu lebih menahan. Pori-porinya 0,6. Jadi itu tergantung partikelnya. Karena dia kan untuk menahan partikel. kalau mau pakai N95 silakan, tapi hati-hati." Kepada warga, Menkes meminta untuk mencegah gangguan lebih jauh pada kesehatan akibat asap, maka ia meminta masyarakat untuk tetap di dalam rumah.

"Betul bahaya, saya tahu, di atas 300 itu bahaya. Tapi bagaimana pencegahan, jadi tinggallah di rumah agar tidak terlalu terkontaminasi," kata Nila. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Teguh Surya, Berjuang Untuk Pelestarian Hutan

Teguh Surya, Berjuang Untuk Pelestarian Hutan

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2015 | 19:32 WIB

Ini Penampakan Kabut Asap dalam Foto Jepretan Satelit Milik NASA

Ini Penampakan Kabut Asap dalam Foto Jepretan Satelit Milik NASA

News | Rabu, 07 Oktober 2015 | 15:39 WIB

Kabut Asap di Padang Makin Pekat, Jarak Pandang hanya 1200 Meter

Kabut Asap di Padang Makin Pekat, Jarak Pandang hanya 1200 Meter

News | Rabu, 07 Oktober 2015 | 10:35 WIB

Besok, Jokowi Dijadwalkan Pantau Penanganan Kebakaran Lahan

Besok, Jokowi Dijadwalkan Pantau Penanganan Kebakaran Lahan

News | Rabu, 07 Oktober 2015 | 08:20 WIB

Terkini

Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Epidemiolog: Bukan Berarti Influenza A Melonjak

Kasus ISPA di Jakarta Naik 15,7 Persen, Epidemiolog: Bukan Berarti Influenza A Melonjak

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:40 WIB

Isu Ambang Batas 5 Persen Dinilai Cek Ombak Parpol di Parlemen

Isu Ambang Batas 5 Persen Dinilai Cek Ombak Parpol di Parlemen

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:40 WIB

4 Shio Ini Mulai Keluar dari Masa Sulit pada 24 September 2026

4 Shio Ini Mulai Keluar dari Masa Sulit pada 24 September 2026

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 19:38 WIB

Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren di Kemenag

Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren di Kemenag

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:35 WIB

Suahasil Klaim Coretax Bikin Mudah Bayar Pajak, Lapor SPT Tak Perlu Cari Bukti Potong

Suahasil Klaim Coretax Bikin Mudah Bayar Pajak, Lapor SPT Tak Perlu Cari Bukti Potong

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:31 WIB

Bersama Danantara, TelkomGroup Siapkan Infrastruktur Data Center Menuju Sovereign AI Indonesia

Bersama Danantara, TelkomGroup Siapkan Infrastruktur Data Center Menuju Sovereign AI Indonesia

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:29 WIB

Perkuat Inklusi Keuangan, bank bjb Raih Anugerah Inovasi Pengembangan Ekonomi dan UMKM

Perkuat Inklusi Keuangan, bank bjb Raih Anugerah Inovasi Pengembangan Ekonomi dan UMKM

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:28 WIB

Masuk Raudhah, Khofifah Kenang Kisah Tiang Aisyah dan Doakan Orang Tua Masuk Surga

Masuk Raudhah, Khofifah Kenang Kisah Tiang Aisyah dan Doakan Orang Tua Masuk Surga

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 19:22 WIB

5 Fakta Bensin Batubara: Realistis atau Mimpi Belaka?

5 Fakta Bensin Batubara: Realistis atau Mimpi Belaka?

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 19:20 WIB

JPO Stasiun JIS Ditutup Selama Konser The Weeknd, Ini Jalur Akses Alternatifnya

JPO Stasiun JIS Ditutup Selama Konser The Weeknd, Ini Jalur Akses Alternatifnya

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:19 WIB

×