Kematian Misterius Bayi di Papua Pernah Terjadi 2013

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Jum'at, 27 November 2015 | 19:55 WIB
Kematian Misterius Bayi di Papua Pernah Terjadi 2013
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Kabupaten Nduga di Papua kini tengah menjadi sorotan. Pasalnya, baru-baru ini dilaporkan adanya kasus puluhan bayi yang meninggal tanpa diketahui penyebabnya.

Selain akses transportasi yang sulit dijangkau, faktor kebersihan dan minimnya tenaga kesehatan yang bertugas ditengarai menjadi salah satu pemicu meninggalnya 32 bayi berusia di bawah 2 tahun tersebut.

"Menurut info ada sarana dan prasarana kesehatan, tapi belum memadai. Tenaga kesehatan ada tapi hanya perawat, bidan belum ada," ujar Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) dr HM Subuh di Jakarta, Jumat (27/11/2015).

Ia juga menggambarkan kehidupan penduduk setempat yang kurang terjaga kebersihannya, seperti tempat tinggal dibagian atas dengan kandang babi di bawahnya.

Bahkan Subuh mengakui bahwa kasus kematian mendadak yang terjadi pada anak-anak di Papua bukan pertama kalinya terjadi. Pada 2013, ia mengatakan, pernah terjadi kasus kematian serupa di Kabupaten Yahukimo akibat malaria dan pneumonia.

"Pernah dua tahun lalu memang ada yang meninggal seperti ini dengan jumlah kasus yang cukup banyak. Setelah diselidiki karena malaria dan pneumonia," imbuhnya.

Soal penyebab kematian 32 bayi di Kabupaten Nduga, Papua kali ini, Subuh tak mau berspekulasi. Ia mempercayakan hasil investigasi kepada tim survailan yang sudah diterjunkan ke lokasi endemi tersebut.

"Kalau lihat gejalanya seperti demam dan diare kemungkinan kurang gizi ada. Tapi kita nggak mau berandai-andai. Kita tunggu laporan dari tim di lapangan," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menkes Prihatin Puluhan Bayi di Papua Meninggal Secara Misterius

Menkes Prihatin Puluhan Bayi di Papua Meninggal Secara Misterius

Health | Jum'at, 27 November 2015 | 19:18 WIB

Ini Kata Menkes Soal Bayi yang Meninggal di Jambi

Ini Kata Menkes Soal Bayi yang Meninggal di Jambi

Health | Selasa, 06 Oktober 2015 | 18:40 WIB

Seorang Ayah Tinggalkan Bayi di Mobil Hingga Tewas Demi Foto Bugil

Seorang Ayah Tinggalkan Bayi di Mobil Hingga Tewas Demi Foto Bugil

News | Jum'at, 05 September 2014 | 13:38 WIB

Dua Jam Kepanasan di Mobil, Bayi Perempuan Tewas

Dua Jam Kepanasan di Mobil, Bayi Perempuan Tewas

News | Jum'at, 25 Juli 2014 | 20:44 WIB

Terkini

Kritik Pembentukan Satgas MBG, Pakar UGM: Pemda Dijadikan Tameng Kegagalan Pusat!

Kritik Pembentukan Satgas MBG, Pakar UGM: Pemda Dijadikan Tameng Kegagalan Pusat!

News | Selasa, 03 November 2026 | 09:45 WIB

Terendam Banjir, Petani Bawang Merah di Tulungagung Panen Lebih Awal

Terendam Banjir, Petani Bawang Merah di Tulungagung Panen Lebih Awal

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 09:45 WIB

Jerome Polin Terkenal karena Apa? Heboh Dibilang Kacang Lupa Kulitnya

Jerome Polin Terkenal karena Apa? Heboh Dibilang Kacang Lupa Kulitnya

Entertainment | Selasa, 03 November 2026 | 09:44 WIB

271 Sekolah Italia Diancam Bom Beruntun, Polisi Lakukan Evakuasi Massal Darurat

271 Sekolah Italia Diancam Bom Beruntun, Polisi Lakukan Evakuasi Massal Darurat

News | Selasa, 03 November 2026 | 09:43 WIB

Selat Hormuz Memanas, Industri Petrokimia Nasional Terancam Lumpuh?

Selat Hormuz Memanas, Industri Petrokimia Nasional Terancam Lumpuh?

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:42 WIB

Menuju Pegadaian 2030, Rakornas SP 2026 Dorong Penguatan Kapabilitas dan Kolaborasi

Menuju Pegadaian 2030, Rakornas SP 2026 Dorong Penguatan Kapabilitas dan Kolaborasi

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:35 WIB

Naik 300%, Emiten Farmasi PEHA Raup Laba Bersih Rp31,60 M di Kuartal III-2026

Naik 300%, Emiten Farmasi PEHA Raup Laba Bersih Rp31,60 M di Kuartal III-2026

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:34 WIB

Jay Idzes Main Penuh saat Sassuolo Tumbang dari Fiorentina

Jay Idzes Main Penuh saat Sassuolo Tumbang dari Fiorentina

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 09:34 WIB

Kepincut Tawaran Bunga Rendah, DKI Usul Ganti Obligasi dengan Pinjaman Lain

Kepincut Tawaran Bunga Rendah, DKI Usul Ganti Obligasi dengan Pinjaman Lain

News | Selasa, 03 November 2026 | 09:30 WIB

Garmin Pamerkan Inovasi Kesehatan Digital Terbaru dalam Garmin Health Summit 2026 di Bangkok

Garmin Pamerkan Inovasi Kesehatan Digital Terbaru dalam Garmin Health Summit 2026 di Bangkok

Health | Selasa, 03 November 2026 | 09:29 WIB

×