Studi: Brokoli Mampu Melawan Kanker

Ririn Indriani Suara.Com
Senin, 14 Desember 2015 | 07:23 WIB
Studi: Brokoli Mampu Melawan Kanker
Ilustrasi brokoli. (Shutterstock)

Suara.com - Telah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa sayuran dapat menurunkan risiko bahkan melawan berbagai penyakit. Manfaat menakjubkannya ini karena sayuran mengandung antioksidan dan seratnya yang tinggi, serta kaya akan vitamin.

Nah, salah satu sayuran yang juga berkhasiat bagi kesehatan adalah brokoli. Sayuran hijau ini menurut studi terkini yang dilakukan di Texas A&M Health Science Center, selain mampu melawan kanker, juga dapat mencegah kambuhnya kanker.

Hasil studi menunjukkan bahwa senyawa dalam brokoli dan sayuran lainnya yang disebut dengan sulforaphane, tidak hanya mencegah kanker tetapi juga mampu mengobati kanker tersebut. Untuk sampai pada kesimpulan ini para peneliti menggunakan ekstrak brokoli (Brocoli Sprout Extract-BSE) yaitu suplemen yang mengandung sulforaphane.

Cara ini dilakukan untuk menguji kemampuan BSE untuk mencegah atau bahkan mengobati kanker usus besar, serta menunjukkan hasil yang positif.

Untuk melakukan penelitian ini, para peneliti melibatkan sekitar 28 peserta dengan usia di atas 50 tahun dan sedang menjalani kolonoskopi rutin. Kolonoskopi itu sendiri adalah pemeriksaan untuk mendeteksi ketidaknormalan pada usus besar dan anus.

Para peserta kemudian diminta untuk menyelesaikan survei tentang kebiasaan makan sayur dan memantau tingkat p-16, gen supresor tumor pada usus besar mereka.

Hasil studi menunjukkan orang-orang yang mengonsumsi berbagai jenis sayuran setiap hari memiliki kadar tinggi p-16 yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang makan sayuran. Para peneliti percaya bahwa hal ini terjadi karena sulforaphane memicu tubuh untuk mengubah gen agar lebih cepat mencegah pertumbuhan tumor.

Hal ini mengisyaratkan kemungkinan bahwa mekanisme epigenetik pada awalnya dipicu oleh sulforaphane dan metabolitnya. Dengan demikian mekanisme hilir dapat dipertahankan setidaknya dalam jangka pendek, bahkan setelah senyawa dieliminasi dari tubuh.

Meskipun banyak suplemen BSE yang dijual bebas, para peneliti belum yakin sepenuhnya tentang keamanan dan keefektifan suplemen ini.

Para peneliti juga mengatakan bahwa mungkin ada beberapa risiko penggunaan BSE jangka panjang. Sulfoprane memperkenalkan protein yang disebut Nrf2 yang dapat melawan kanker. Tetapi protein ini juga dapat berkontribusi pada penumpukan plak di arteri.
Oleh karena itu, peneliti menyarankan untuk konsultasi ke dokter sebelum mengonsumsi suplemen tersebut.

Mereka juga menambahkan bahwa mengonsumsi sayuran segar secara teratur tetap merupakan pilihan terbaik untuk mendapatkan manfaat tersebut. (Medical Daily)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI