Jangan Mengurut Bagian Tubuh yang Alami Patah Tulang

Esti Utami Suara.Com
Rabu, 23 Desember 2015 | 13:35 WIB
Jangan Mengurut Bagian Tubuh yang Alami Patah Tulang
Ilustrasi penderita patah tulang. (Shutterstock)

Suara.com - Pertolongan pertama seperti apa yang harus dilakukan pada mereka yang mengalami patah tulang? Dokter spesialis tulang Rumah Sakit Premier Bintaro, Dr Margareta Arianni SpOT (K), meminta masyarakat untuk tidak melakukan pengurutan ketika patah tulang.

"Urut tidak boleh ketika patah tulang. Haram hukumnya karena dapat memperparah peradangan," ujar Margareta di Jakarta, Rabu (23/12/2015).

Dia menjelaskan setiap pijat yang dilakukan pada cedera tersebut bisa mencederai syaraf lainnya. Sehingga pijat atau urut tidak diperkenankan untuk kasus patah tulang.

"Sebaiknya dilakukan pemeriksaan terhadap cedera, jangan sembarang diurut karena dikhawatirkan bisa memperparah cedera tersebut," tambah dia.

Pengurutan juga tak boleh dilakukan pada nyeri pada pergelangan tangan. Margareta menjelaskan nyeri pergelangan tangan bisa disebabkan gangguan di salah satu dari struktur-struktur dalam sendi tersebut, baik tulang, ligament, kapsul maupun tendon, nyeri pergelangan tangan dapat dialami semua orang dari berbagai profesi aktifitas maupun umur.

"Pergelangan tangan merupakan sendi yang rumit, yang tersusun oleh ujung tulang radius dan ulna, delapan tulang karpal, dan pangkal tulang-tulang metacarpal. Tulang-tulang ini saling bertautan melalui ligamen-ligamen, yang menjaga sendi pergelangan tangan tetap stabil namun fleksibel," jelas dia.

Diperlukan pemeriksaan radiologi sebagai penunjang untuk menegakkan diagnosis.

"Beberapa kasus dapat ditangani secara konservatif seperti obat, fisioterapi, pengobatan. Pada kasus yang memerlukan pembedahan "Wrist Arhtrocopy". Kelebihan Wrist Arthroscopy adalah luka yang kecil, nyeri pasca operasi yang lebih ringan, dan relative lebih aman dibandingkan bedah terbuka serta pemulihan dan perawatan yang singkat," terang dia.

Sementara itu dokter tulang lainnya dari RS Premier Bintaro, Dr dr Lukman Shebubakar SpOT (K) menjelaskan bahwa tangan merupakan organ tubuh yang sangat kompleks. Organ ini memiliki jaringan yang lebih rumit dibandingkan organ-organ lain.

"Trauma atau cedera pada tangan hendaknya ditangani secara baik dan diperiksakan ke dokter orthopedi, karena bila salah dalam penanganan, kemungkinan fungsinya akan mengalami kemunduran," kata Lukman. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI