Pakar: Kecenderungan Homoseksual Terjadi Sejak Dalam Kandungan

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Selasa, 09 Februari 2016 | 17:26 WIB
Pakar: Kecenderungan Homoseksual Terjadi Sejak Dalam Kandungan
Ilustrasi ibu hamil.

Suara.com - Bayi yang terlahir di dunia telah diberkati jenis kelaminnya masing-masing. Mereka kelak umumnya akan menyukai lawan jenis.

Tapi dalam episode perjalanan hidup yang mereka lalui, tak sedikit yang memiliki kecenderungan homoseksual atau menjadi penyuka lawan jenis.

Lalu bagaimana ini bisa terjadi? Dokter Roslan Yusni Al Imam Hasan, SpBS, dari RS Mayapada Jakarta Selatan, menjelaskan bahwa pada dasarnya semua janin pada awal periode kehamilan berjenis kelamin dan memiliki struktur otak perempuan.

Namun seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, terjadi perubahan hormon yang membuat sebagian janin perempuan tumbuh menjadi janin laki-laki.

"Sampai usia 8 minggu semua janin manusia berjenis kelamin perempuan, sebagian di antaranya ada yang kemudian berubah menjadi laki-laki karena perubahan kadar hormon," ujar dokter yang akrab disapa Ryu pada diskusi yang dihelat LBH Jakarta di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (9/2/2016).

BACA JUGA: 

Kasus Pencabulan, Ini Bukti Baru yang Dikantongi Pelapor Bekti

Perubahan ini, lanjut dia, mempengaruhi pula pada sistem saraf dan sirkuit di otak prakelahiran. Hal ini menyebabkan bermacam-macam variasi orientasi seksual, salah satunya adalah homoseksual.

"Jadi kalau dilihat struktur otaknya, antara laki-laki yang gay dan yang bukan gay itu berbeda. Riset oleh peneliti dua dekade lalu menemukan bahwa area kecil di hipotalamus otak pada laki-laki homoseksual ukurannya dua kali lebih besar dibandingkan laki-laki heteroseksual," imbuhnya.

Bahkan Ryu menyebut bahwa pola kerja otak laki-laki homoseksual lebih menyerupai respon otak perempuan.

"Melalui pemeriksaan PET Scan juga terlihat bahwa hipotalamus otak laki-laki homoseksual memberi respon positif dengan rangsangan aroma keringat laki-laki. Sedangkan hipotalamus laki-laki heteroseksual tidak merespon sama sekali," tambah Ryu.

Perbedaan tersebut, menurut Ryu, salah satunya disebabkan oleh perbedaan dalam reaksi testosteron terhadap otak manusia yang terus berkembang. Tapi testosteron bukanlah satu-satunya hormon yang berpengaruh dalam pembentukan sirkuit-sirkuit seksual di otak.

"Temuan-temuan ilmiah di atas menunjukkan bahwa struktur otak baik laki-laki ataupun perempuan untuk orientasi seksual telah terbentuk selama perkembangan janin. Jadi kalau nggak ada bakat homoseksual dari otaknya, seseorang juga sulit untuk memiliki kecenderungan menjadi penyuka sesama jenis," pungkasnya.

BERITA MENARIK LAINNYA: 

Lakukan Ini Untuk Memberinya "Nipplegasm"

Kisah Andien Evakuasi Rosida, Perempuan Pengidap Kanker Payudara

Begeng Ingin Jadi Penculik Genius, Tapi Gagal dan Korbannya Tewas

Terbaring di RS, Tessy Srimulat Masih Becanda

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Apakah Gay dan Lesbian Menular?

Apakah Gay dan Lesbian Menular?

Health | Selasa, 09 Februari 2016 | 17:01 WIB

LGBT Makin Mengkhawatirkan

LGBT Makin Mengkhawatirkan

News | Selasa, 09 Februari 2016 | 08:57 WIB

Survei: Kian Banyak Pemuda Tertarik dengan Pasangan Sejenis

Survei: Kian Banyak Pemuda Tertarik dengan Pasangan Sejenis

Tekno | Kamis, 07 Januari 2016 | 17:35 WIB

Kisah Homoseksual Naik Haji

Kisah Homoseksual Naik Haji

News | Jum'at, 27 Maret 2015 | 06:27 WIB

Terkini

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB