Jangan Sepelekan Pikun Pada Lansia

Kamis, 10 Maret 2016 | 16:47 WIB
Jangan Sepelekan Pikun Pada Lansia
Ilustrasi. (shutterstock)

Suara.com - Pikun atau penurunan daya ingat kerap dialami oleh para lansia atau lanjut usia. Karena dianggap hal yang wajar bagi para lansia, gejala pikun pun diabaikan oleh para anggota keluarga lainnya.

Padahal menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan NAPZA Kementerian Kesehatan, dr. Fidiansjah, SpKJ, gangguan pikun tak dapat disepelekan, meski biasa menyerang kaum lansia.

"Jangan maklum dengan pikun. Kita harus memahaminya sebagai gejala awal yang harus dikhawatirkan. Lansia tidak harus mengalami fase pikun pada kehidupannya," ujar Fidiansjah usai peluncuran Renacana Aksi Nasional (RAN) Demensia di Jakarta, Kamis (10/3/2016).

Pikun sendiri merupakan satu dari 10 gejala demensia alzheimer yang mengakibatkan penurunan kualitas hidup para lansia. Bahkan tak hanya berdampak pada penderita, para pendamping atau caregiver juga mengalami penurunan kualitas hidup.

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek pun menambahkan, jumlah penderita demensia alzheimer di Indonesia mencapai 4 persen dari total populasi lansia di Indonesia. Ia berharap dengan adanya Rencana Aksi Nasional (RAN) Demensia, angka prevalensi penderita Alzheimer bisa menurun dan meningkatkan kualitas hidup para lansia.

"Dari sekian banyak lansia memang nggak semuanya demensia, tapi jumlah 4 persen lansia yang menderita alzheimer dari populasi di Indonesia sangat besar. Kita harapkan bisa turun dan saya imbau untuk para generasi muda menghindari risiko agar tidak mengidap kepikunan saat lansia," ujarnya.

Berdasarkan laporan Alzheimer's Disease International (ADI) pada 2015 terdapat 1,2 juta penderita demensia di Indonesia. Diperkirakan angka ini terus meningkat menjadi 2,2 juta penderita pada 2030 mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI