Suara.com - Tak hanya kaum perempuan, para lelaki juga telah menyadari pentingnya penggunaan tabir surya untuk mencegah paparan sinar ultraviolet (UV) yang dapat memicu sederet masalah pada kulit. Namun sebuah studi terkini menunjukkan bahwa beberapa bahan di dalam tabir surya dapat mengganggu fungsi sel sperma yang mempengaruhi kesuburan lelaki.
Studi di Denmark menemukan bahwa beberapa bahan yang memberikan perlindungan terhadap sinar Ultraviolet pada tabir surya dapat mengganggu sel sperma dan meniru cara kerja hormon progesteron perempuan.
Peneliti senior Niels Skakkebaek dari University of Copenhagen mengatakan bahwa hasil penelitian ini mungkin menjelaskan alasan mengapa infertilitas begitu umun dijumpai pada lelaki saat ini.
"Pemahaman mengenai pentingnya penggunaan tabir surya dalam menangkas paparan sinar UV ternyata memiliki efek samping yang dapat membuat sejumlah lelaki mandul," ujar Skakkebaek.
Bahkan ia meyakini bahwa bahan kimia pemicu gangguan kesuburan ini ditemukan pada 95 persen sampel urin dan darah penduduk Amerika Serikat, Denmark, dan lainnya.
Untuk mendapatkan temuan ini Skakkebaek dan rekan-rekannya menguji 29 dari 31 tabir surya yang diperjualberlikan bebas di AS atau Uni Eropa (UE). Peneliti menemukan bahwa 13 dari 29 filter UV yang diuji benar-benar mengganggu fungsi sel sperma normal.
Skakkebaek menyerukan studi klinis lanjutan untuk menyelidiki apakah filter UV kimia benar-benar mempengaruhi kesuburan manusia sesuai dengan penelitian awal yang dilakukannya.
"Studi kami menunjukkan bahwa lembaga regulator harus melihat lebih dekat dan membuktikan efek dari filter UV pada kesuburan sebelum diberikan persetujuan untuk dijual bebas di pasaran," imbuhnya.
Delapan dari 13 zat kimia dalam tabir surya yang terbukti mengganggu fungsi sel sperma bahkan dijual bebas di Amerika Serikat. Zat kimia tersebut antara lain avobenzone, homosalate, meradimate, octisalate (juga dikenal sebagai oktil salisilat), Octinoxate (atau metoksisinamat oktil), octocrylene, oxybenzone (juga disebut benzophenone- 3 atau BP-3) dan padimate O.
"Zat kimia tersebut merupakan bahan umum aktif dalam tabir surya serta produk perawatan lainnya seperti makeup, pelembab dan lip balm," tambah Skakkebaek. (Zeenews)