Ibu Hamil Tetap Diperbolehkan Olah Raga

Ardi Mandiri | Suara.com

Minggu, 17 April 2016 | 02:46 WIB
Ibu Hamil Tetap Diperbolehkan Olah Raga
Ilustrasi ibu hamil. (Shutterstock)

Suara.com - Pakar obstetri dan ginekologi Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kusuma Pradja Semarang dr Sugono mengatakan ibu hamil tetap diperbolehkan untuk beraktivitas olah raga.

"Selama ini, banyak rumor di masyarakat seputar kehamilan, seperti ibu hamil tidak boleh berolah raga, tidak boleh berhubungan suami istri, dan sebagainya," katanya di Semarang, Sabtu.

Hal itu diungkapkannya di sela kegiatan "parenting class" dengan topik "Rumor Tentang Kehamilan" yang diprakarsai RSIA Kusuma Pradja Semarang, beralamat di Jalan Bugangan Raya Nomor 3-5 Semarang.

Sugono menjelaskan rumor adalah hal-hal yang sering dibicarakan di masyarakat, termasuk mengenai kehamilan yang bisa saja benar atau salah, berbeda dengan mitos yang sudah jelas keliru.

"Begini, ibu hamil tetap bisa berolah raga. Namun, disarankan untuk memeriksakan dulu usia kehamilannya, yakni minimal di atas 16 minggu dan tidak memiliki faktor risiko atas kehamilannya," katanya.

Olah raga yang disarankan bagi ibu hamil, kata dia, mulai dari yang bersifat ringan, seperti jalan kaki, atau bisa juga berenang jika usia kehamilan sang ibu sudah lebih atau di atas 20 minggu.

"Kalau sudah lebih dari 20 minggu, boleh saja berenang. Ibu hamil juga disarankan mengikuti senam hamil, namun jika usia kehamilannya sudah mendekati saat persalinan," katanya.

Ia mengatakan senam hamil bermanfaat untuk mempertahankan kesehatan ibu hamil agar tetap "fit" dengan gerakan-gerakan yang disesuaikan kondisi ibu hamil, mulai posisi duduk hingga berbaring.

Selain itu, kata dia, hubungan seksual yang dilakukan selama masa kehamilan juga diperbolehkan asalkan usia kehamilan sudah lebih 16 minggu, tidak ada riwayat komplikasi, dan dilakukan secara hati-hati.

"Hubungan seksual tetap bisa dilakukan sampai usia kehamilan 32 minggu. Saat itu, kondisi rahim sangat peka sehingga mudah terjadi kontraksi yang bisa menyebabkan bayi lahir prematur," katanya.

Kepala sel sperma, lanjut dia, juga mengandung hormon prostaglandin yang bisa merangsang kontraksi, selain kondisi orgasme yang dialami ibu hamil yang juga bisa memicu terjadinya kontraksi.

"Namun, setelah usia kehamilan 35 minggu, hubungan seksual bisa kembali dilakukan pasangan suami istri. Tentunya, dengan posisi-posisi yang memperhatikan kenyamanan dengan kondisi ibu hamil," pungkasnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Saat Hamil, Waspadai Perubahan pada Mata

Saat Hamil, Waspadai Perubahan pada Mata

Health | Rabu, 06 April 2016 | 13:28 WIB

Ibu Hamil dari Keluarga Miskin Dapat Santunan Rp1,2 Juta

Ibu Hamil dari Keluarga Miskin Dapat Santunan Rp1,2 Juta

Lifestyle | Jum'at, 01 April 2016 | 13:45 WIB

Terkini

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB