Berapa Kali Idealnya Anak Ganti Diapers?

Ririn Indriani | Firsta Nodia
Berapa Kali Idealnya Anak Ganti Diapers?
Ilustrasi seorang ayah mengganti popok buah hatinya. (Shutterstock)

Jarang mengganti diapers meningkatkan risiko anak mengalami iritasi pada alat kelaminnya.

Suara.com - Menggunakan popok sekali pakai atau diapers memang menjadi pilihan banyak orangtua, karena dinilai lebih praktis.

Sayangnya, penggunaan popok sekali pakai ini bukan tanpa risiko. Jika tak sering-sering diganti ketika sudah terisi, organ kelamin anak bisa mengidap iritasi bahkan sejumlah infeksi.

Dan, survei yang dilakukan Merries, merek popok asal Jepang dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia baru-baru ini menemukan fakta bahwa orangtua di Indonesia rata-rata mengganti popok anaknya hanya tiga sampai enam kali dalam sehari.

"Padahal kalau di Jepang frekunsi ganti diapers rata-rata 8 kali sehari. Karena mereka sudah paham betul pentingnya menjaga higienitas organ kelamin anak," ujar Maria Rosita Leonardi, Associate Senior Manager Baby Diapers Merries, PT Kao Indonesia di Jakarta, belum lama ini.

Iritasi, lanjut dia, terjadi karena adanya gesekan antara bahan popok sekali pakai dengan kulit di sekitar organ kelamin anak. Oleh karena itu orangtua diimbau untuk mengganti popok sekali pakai anak sesering mungkin agar dapat menghindari gangguan yang dapat menghambat tumbuh kembang anak.

"Orangtua kan inginnya praktis, sehingga inginnya mencari popok terbaik yang bisa dipakai seharian. Padahal hal ini tak baik untuk anak," ujar Rosita.

Sementara itu dokter spesialis anak RSIA Bunda, I Gusti Ayu Nyoman Partiwi mengatakan yang terbaik adalah tidak membiarkan anak berlama-lama menggunakan popok sekali pakai atau diapers.

"Lebih bagus tidak pakai diapers. Jadi, setelah pup atau pipis kita langsung ganti. Kalau mau pakai diapers ya higienitas harus diperhatikan," imbuh perempuan yang akrab disapa Dokter Tiwi ini.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pemakaian diapers justru dapat meningkatkan risiko anak menderita infeksi saluran kemih karena kotoran anak berdiam dalam waktu yang cukup lama di dalam popok sekali pakai yang langsung bersentuhan dengan kulit.

"Yang seringkali kita lihat kalau pakai diapers, anus dan lubang kencing kan berdekatan, sehingga ketika orangtua mengabaikan kebersihan, jarang mengganti popok sesering mungkin, maka kuman yang ada di pup (kotoran) bisa masuk ke saluran kemih dan memicu infeksi," pungkasnya.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS