Waspadai Akibat Penurunan Kadar Testosteron Berikut Ini

Esti Utami | Firsta Nodia | Suara.com

Kamis, 02 Juni 2016 | 17:36 WIB
Waspadai Akibat Penurunan Kadar Testosteron Berikut Ini
Ilustrasi testosteron. (shutterstock)

Suara.com - Hormon testosteron atau hormon seks lelaki sangat penting untuk perkembangan organ dan mempertahankan fungsi reproduksi lelaki. Namun seiring dengan bertambahnya usia, maka produksi testoteran akan menurun.

Laju penurunan ini diperkirakan sekitar 2-3% per tahun. Jika seorang lelaki berusia 40 tahun maka kadar testosteron menurun menjadi 65-70% dibanding masa mudanya dan pada usia 60 tahun ke atas menurun menjadi 45-50%.

Dan, penelitian dalam beberapa tahun terakhir, membuktikan bahwa penurunan kadar testosteron dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang, penurunan sel darah merah, penurunan massa otot dan peningkatan lemak, depresi hingga gangguan suasana hati.

Tak hanya itu, kekurangan hormon testosteron atau juga dikenal sebagai hipogonadisme dapat meningkatkan risiko terjadinya sindrom metabolik dan penyakit jantung koroner yang akhirnya menyebabkan kematian.

Dr. Johannes Soedjono, M.Kes.,Sp.And mengatakan bahwa faktor-faktor risiko sindrom metabolik cenderung terjadi bersama-sama. Kelebihan lemak di area perut merupakan faktor risiko yang lebih besar untuk penyakit jantung dibandingkan kelebihan lemak di bagian lain dari tubuh, seperti pada pinggul.

Demikian pula dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Jika tekanan ini meningkat dan tetap tinggi dari waktu ke waktu, hal itu dapat merusak hati dan menyebabkan penumpukan plak.

“Jika seorang lelaki menderita sindrom metabolik, maka kemungkinan dirinya mengalami hipogonadisme meningkat tiga kali lipat dan angka kematiannya meningkat sekitar satu setengah kali," ujarnya pada temu media SMILe yang dihelat Bayer, Kamis (2/6/2016).

Ia menambahkan, banyak laki-laki lanjut usia mengabaikan gejala-gejala seperti penurunan libido, disfungsi ereksi, mudah lelah, mudah berkeringat, penambahan lingkar pinggang dan mengantuk setelah makan. Seringkali kondisi ini dianggap lazim karena dikaitkan dengan penambahan usia.

"Padahal gejala tersebut kemungkinan merupakan petanda seorang pria telah mengalami hipogonadisme," imbuhnya.

Oleh karena itu untuk mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung pada lelaki dengan hipogonadisme, baik yang disertai sindrom metabolik ataupun yang belum, ia mengatakan, pemberian terapi sulih hormon testosteron sangatlah penting untuk memotong rantai hubungan timbal balik tersebut.

"Semakin berat keluhan hipogonadisme yang timbul, semakin besar kemungkinan yang bersangkutan terkena penyakit jantung dan pembuluh darah," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

7 Tanaman Obat Indonesia yang Terbukti Meningkatkan Testosteron Secara Alami

7 Tanaman Obat Indonesia yang Terbukti Meningkatkan Testosteron Secara Alami

Health | Selasa, 15 April 2025 | 13:43 WIB

Bella Bonita Bikin Denny Caknan Nyasar di Belanda, Mitos atau Fakta Perempuan Sulit Baca Peta?

Bella Bonita Bikin Denny Caknan Nyasar di Belanda, Mitos atau Fakta Perempuan Sulit Baca Peta?

Lifestyle | Kamis, 27 Februari 2025 | 11:48 WIB

Reza Rahardian sempat Dibully karena Punya Banyak Bulu, Apa Dampaknya Kelebihan Hormon Testosteron bagi Pria?

Reza Rahardian sempat Dibully karena Punya Banyak Bulu, Apa Dampaknya Kelebihan Hormon Testosteron bagi Pria?

Lifestyle | Selasa, 30 Januari 2024 | 15:32 WIB

Kekurangan Hormon Testosteron, Ini 6 Tanda yang Perlu Diketahui oleh Pria

Kekurangan Hormon Testosteron, Ini 6 Tanda yang Perlu Diketahui oleh Pria

Your Say | Jum'at, 13 Oktober 2023 | 12:12 WIB

5 Fakta Unik Dampak Minum Kopi untuk Kehidupan Ranjang, Benar Bisa Cegah Ejakulasi Dini?

5 Fakta Unik Dampak Minum Kopi untuk Kehidupan Ranjang, Benar Bisa Cegah Ejakulasi Dini?

Lifestyle | Sabtu, 02 September 2023 | 20:10 WIB

4 Penyebab Morning Wood, Ereksi yang Terjadi pada Pria di Pagi Hari

4 Penyebab Morning Wood, Ereksi yang Terjadi pada Pria di Pagi Hari

Your Say | Rabu, 21 Juni 2023 | 11:54 WIB

Testosteron Memuncak, Ini Usia Lelaki Paling Perkasa dan Liar di Ranjang Versi Seksolog

Testosteron Memuncak, Ini Usia Lelaki Paling Perkasa dan Liar di Ranjang Versi Seksolog

Lifestyle | Sabtu, 29 April 2023 | 20:15 WIB

5 Cara Alami Tingkatkan Hormon Testosteron pada Pria, Lakukan Kebiasaan Ini

5 Cara Alami Tingkatkan Hormon Testosteron pada Pria, Lakukan Kebiasaan Ini

Your Say | Selasa, 25 April 2023 | 14:50 WIB

Benarkah Miliki Banyak Bulu Punya Nafsu Seks Tinggi? Ini Kata Dokter Boyke

Benarkah Miliki Banyak Bulu Punya Nafsu Seks Tinggi? Ini Kata Dokter Boyke

Lifestyle | Sabtu, 15 April 2023 | 04:01 WIB

Kenali 4 Jenis KB untuk Pria: Suntik Testosteron Hingga Gel Hormon

Kenali 4 Jenis KB untuk Pria: Suntik Testosteron Hingga Gel Hormon

Health | Selasa, 21 Maret 2023 | 16:15 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB