Trauma Kepala, Penyebab Parkinson yang 'Membunuh' Muhammad Ali?

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Jum'at, 10 Juni 2016 | 19:09 WIB
Trauma Kepala, Penyebab Parkinson yang 'Membunuh' Muhammad Ali?
Mantan Presiden Amerika Serikat, George W. Bush (kanan), menyematkan penghargaan Presidential Medal of Freedom kepada Muhammad Ali yang didampingi istrinya, Lonnie, di Gedung Putih, 9 November 2005 [Reuters/Kevin Lamarque]

Suara.com - Juara tinju dunia Muhammad Ali hidup dengan penyakit Parkinson selama tiga dekade sebelum kematiannya pada Jumat (3 Juni lalu) pada usia 74 tahun. Tak sedikit yang bertanya-tanya, apakah karir tinju Muhammad Ali yang menyebabkannya mengalami gangguan neurologis tersebut.

Para ahli tak memungkiri bahwa cedera kepala yang dialami Ali bisa aja menjadi penyebab penyakit Parkinson yang dideritanya, namun mereka juga mengingatkan bahwa beberap faktor lain, misalnya genetik yang juga dapat memicu penyakit tersebut.

"Kemungkinan cedera kepala yang berulang kali diderita Ali, memberikan kontribusi untuk penyakit Parkinson yang ia derita," kata Dr Barbara Changizi, seorang ahli saraf di The Ohio State University Wexner Medical Center, yang tidak terlibat dengan pengobatan Ali.

Yang membuat banyak orang terheran-heran, Ali menderita penyakit Parkinson ini saat berusia 42 tahun, yang terbilang sangat muda untuk menderita Parkinson.

"Kuat dugaan bahwa faktor genetik menjadi penyebab utama penyakit tersebut bersarang di kepala Ali," kata Changizi.

Perlu diketahui bahwa rata-rata usia penderita Parkinson berusia 60 tahun ke atas. Parkinson menyebabkan sel-sel otak tidak dapat lagi memproduksi dopamin yang penting untuk mengontrol gerakan otot sehingga pasien Parkinson mengalami gejala seperti tremor, gerakan yang terus melambat dan kekakuan otot.

"Pada kebanyakan kasus, sangat sulit untuk mendiagnosis sel-sel otak yang memproduksi dopamin mulai mati," kata Changgizi.

Namun, memang pada penderita Parkinson di usia yang sangat muda, ditemukan gen tertentu yang sama, sehingga diduga faktor genetik memainkan peran yang besar dalam kematian Ali.

Meski demikian, trauma kepala juga sering dikaitkan dengan penyakit Parkinson. Studi pada 2013 menemukan bahwa orang dengan trauma kepala yang mengakibatkan gegar otak, 57 persen lebih mungkin untuk menderita penyakit Parkinson, dibandingkan orang yang tidak pernah mengalami trauma kepala tersebut.

"Cedera kepala dapat menyebabkan peradangan di otak, yang dapat menyebabkan perubahan sel dan struktur otak yang berkontribusi terhadap Parkinson, terutama pada substantia niagra, tempat dimana dopamin diproduksi," kata Changizi. (Foxnews)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Muhammad Ali Sudah seperti 'Paus' di Filipina

Muhammad Ali Sudah seperti 'Paus' di Filipina

News | Rabu, 08 Juni 2016 | 19:23 WIB

Obama Batal Hadiri Pemakaman Muhammad Ali, Ini Alasannya

Obama Batal Hadiri Pemakaman Muhammad Ali, Ini Alasannya

News | Rabu, 08 Juni 2016 | 14:17 WIB

Inilah Foto-foto Terakhir Muhammad Ali Sebelum Meninggal

Inilah Foto-foto Terakhir Muhammad Ali Sebelum Meninggal

News | Rabu, 08 Juni 2016 | 07:00 WIB

Terkini

Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak

Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak

News | Senin, 14 September 2026 | 15:31 WIB

Pegadaian Dukung Sepak Bola Nasional Generasi Muda lewat Pegadaian Championship 2026/27

Pegadaian Dukung Sepak Bola Nasional Generasi Muda lewat Pegadaian Championship 2026/27

Bola | Senin, 14 September 2026 | 15:29 WIB

Viral Maudy Ayunda Disebut Tone Deaf Gegara Konten Mindfulness, Apa Sih Artinya?

Viral Maudy Ayunda Disebut Tone Deaf Gegara Konten Mindfulness, Apa Sih Artinya?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 15:28 WIB

Barier Beton Digeser Demi Putaran Liar, Dishub Pasang Pengaman Tambahan di Flyover Pesing

Barier Beton Digeser Demi Putaran Liar, Dishub Pasang Pengaman Tambahan di Flyover Pesing

News | Senin, 14 September 2026 | 15:28 WIB

Karyawan SPBU Makassar Jatuh Sakit, Video Prabowo Ini Disebut Membuat Panjang Antrean

Karyawan SPBU Makassar Jatuh Sakit, Video Prabowo Ini Disebut Membuat Panjang Antrean

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 15:26 WIB

Mantri BRI Dewi Natalia, Dedikasi 15 Tahun Dampingi 380 Debitur Mikro

Mantri BRI Dewi Natalia, Dedikasi 15 Tahun Dampingi 380 Debitur Mikro

Batam | Senin, 14 September 2026 | 15:25 WIB

Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti

Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti

News | Senin, 14 September 2026 | 15:22 WIB

15 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Dewi Natalia Jadi Benteng Debitur Mikro dari Rentenir

15 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Dewi Natalia Jadi Benteng Debitur Mikro dari Rentenir

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 15:21 WIB

Tesla Bangun Anak Perusahaan di Vietnam, Modal Awal Rp 52,9 Miliar

Tesla Bangun Anak Perusahaan di Vietnam, Modal Awal Rp 52,9 Miliar

News | Senin, 14 September 2026 | 15:20 WIB

Tiba-tiba Suahasil Dipanggil Istana, Posisi Menteri Keuangan Berganti?

Tiba-tiba Suahasil Dipanggil Istana, Posisi Menteri Keuangan Berganti?

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 15:20 WIB

×