Hati-hati, Berdebat dengan Pasangan Bisa Terkena Sakit Jantung

Ririn Indriani

Rabu, 13 Juli 2016 | 08:08 WIB
Hati-hati, Berdebat dengan Pasangan Bisa Terkena Sakit Jantung
Ilustrasi pasangan berdebat. (Shutterstock)

Suara.com - Banyak penelitian membuktikan bahwa emosi bisa mempengaruhi kesehatan, terutama emosi negatif atau perasaan yang intens. Orang yang marah, sedih, frustasi dan takut yang berlebihan, cenderung menjadi tidak sehat.

Ini pula yang didapat dari sebuah studi baru terhadap studi lama jangka panjang yang melibatkan pasangan-pasangan menikah. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Emotion, Mei lalu menemukan adanya korelasi yang kuat antara keduanya.  

Pada 1980an, para peneliti University of California, Berkeley, mengundang pasangan heteroseksual yang telah menikah setidaknya selama 15 tahun. Mereka diminta untuk ngobrol akrab di laboratorium selama 15 menit.

Topik yang diperbincangkan oleh para pasangan adalah tentang keseharian mereka. Kemudian, sesi 15 menit berikutnya, mereka diminta membahas satu hal yang selama ini tidak mereka sepakati bersama. Efeknya, mereka menjadi berdebat.

"Kami menekan tombol yang benar," kata Robert Levenson, profesor psikologi di Berkeley dan penulis senior studi seperti dilansir Meet Doctor.

Semua percakapan relawan direkam dalam bentuk video dan mereka diminta mengisi kuesoner mengenai detail kesehatan mereka.

Setiap lima tahun sejak itu, untuk setidaknya dua dekade, para pasangan kembali ke laboratorium dan mengulang semuanya.

Eksperimen tersebut menunjukkan data yang kaya mengenai hubungan pernikahan jangka panjang, tapi tinjauan dalam jurnal Emotion adalah yang pertama bagi para peneliti (dari Barkeley dan lainnya) mengevaluasi ekspresi wajah dan suara subjek saat mereka berdebat.

Kemudian, para peneliti membuat catatan mengenainya. Misalnya, saat marah, alis salah satu peserta turun, pupil mata membesar, bibir mengerut dan suara meninggi.

Pasangan, terutama suami, yang mendidih karena kemarahannya ketika berdebat, dilaporkan lebih terkena masalah jantung di kemudian hari dengan gejala, seperti nyeri dada atau tekanan darah tinggi. Ini jika dibandingkan dengan pasangan lebih tenang.

Mereka yang lebih menahan diri, dilaporkan lebih rentan menderita gangguan  otot, seperti nyeri punggung atau nyeri leher.

Dr. Levenson mengatakan, kemarahan, menaikkan debar jantung suku pulsa (frekuensi denyut jantung) dan menyebabkan reaksi biologis lain yang merugikan jantung dari waktu ke waktu.  "Kami sudah tahu sebelumnya bahwa orang-orang dengan pernikahan yang buruk, seringkali mengalami gangguan kesehatan. Tapi kami tidak bisa memprediksi jenis penyakit yang risikonya meningkat dan sekarang kami bisa," kata Dr Levenson.

Anda yang kerap berargumen dengan cara berteriak penuh emosi, mungkin ada baiknya mempertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan ke kardiolog atau dokter spesiali jantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gemar Makan Steak dan Burger, Ini Bahaya yang Mengintai

Gemar Makan Steak dan Burger, Ini Bahaya yang Mengintai

Health | Selasa, 05 Juli 2016 | 13:47 WIB

Hati-hati, Nonton Film Horor Bisa Sebabkan Kematian!

Hati-hati, Nonton Film Horor Bisa Sebabkan Kematian!

Health | Jum'at, 24 Juni 2016 | 10:39 WIB

Lelaki Berotot Berisiko Rendah Terkena Penyakit Jantung

Lelaki Berotot Berisiko Rendah Terkena Penyakit Jantung

Health | Rabu, 15 Juni 2016 | 19:58 WIB

Terkini

Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Turun Langsung ke Alor Serahkan Bantuan Pangan Perdana ke Alor

Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Turun Langsung ke Alor Serahkan Bantuan Pangan Perdana ke Alor

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:11 WIB

Aksi Penembakan Pecah di Festival Budaya Lembah Baliem Papua, 2 Orang Jadi Korban

Aksi Penembakan Pecah di Festival Budaya Lembah Baliem Papua, 2 Orang Jadi Korban

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Amran Sulaiman Semprot Pengamat Pangan: Saat Impor Diam, Swasembada Malah Teriak!

Amran Sulaiman Semprot Pengamat Pangan: Saat Impor Diam, Swasembada Malah Teriak!

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Bukan Cuma Enak, Ini Alasan Udang Sulsel Jadi Favorit Orang Jepang

Bukan Cuma Enak, Ini Alasan Udang Sulsel Jadi Favorit Orang Jepang

Sulsel | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:55 WIB

7 Cara Pakai Concealer Bawah Mata Agar Tidak Crack dan Halus Seharian

7 Cara Pakai Concealer Bawah Mata Agar Tidak Crack dan Halus Seharian

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:55 WIB

Flawless Tanpa Dempul! 3 Foundation Full Coverage Buat Tutupi Bekas Jerawat

Flawless Tanpa Dempul! 3 Foundation Full Coverage Buat Tutupi Bekas Jerawat

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Kang Edai dan Kemiren: Ketika Budaya Osing Menjadi Jalan Menuju Kesejahteraan Desa

Kang Edai dan Kemiren: Ketika Budaya Osing Menjadi Jalan Menuju Kesejahteraan Desa

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:42 WIB

Pembunuhan Bos Konter HP Ambarawa: Pelaku Siapkan Palu Sebelum Beraksi, Sempat Kembali Datangi TKP

Pembunuhan Bos Konter HP Ambarawa: Pelaku Siapkan Palu Sebelum Beraksi, Sempat Kembali Datangi TKP

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:41 WIB

SIM Digital Berlaku Sah Pengganti Kartu Fisik, Begini Cara Aktivasinya di HP

SIM Digital Berlaku Sah Pengganti Kartu Fisik, Begini Cara Aktivasinya di HP

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:41 WIB

Nyoman Nadiana, Les Grow, dan Astra: Modal Lokal VS Pendampingan Tepat

Nyoman Nadiana, Les Grow, dan Astra: Modal Lokal VS Pendampingan Tepat

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:36 WIB

×