Tak Selalu Tanda Hamil, Telat Haid Bisa Dipicu Hal Ini

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Kamis, 21 Juli 2016 | 11:06 WIB
Tak Selalu Tanda Hamil, Telat Haid Bisa Dipicu Hal Ini
Ilustrasi. (Pixabay/RyanMcGuire)

Suara.com - Kebanyakan perempuan mengaitkan kondisi telat datang bulan sebagai tanda kehamilan. Ada yang merasa bahagia ketika telat datang bulan, tetapi ada pula yang harap-harap cemas menduga hal yang belum pasti kebenarannya.

Padahal telat datang bulan merupakan kondisi normal yang dialami kaum hawa. Biasanya haid yang datang terlambat beberapa hari juga bisa dipicu oleh kondisi lain. Namun, jika Anda mengalami telat datang bulan hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan lamanya, segera datangi dokter kandungan untuk melakukan pemeriksaan.

Berikut tujuh kondisi yang bisa menyebabkan Anda telat datang bulan, seperti dilansir Boldsky.

1. Berat badan turun secara drastis
Apabila Anda mengalami penurunan berat badan secara drastis, maka tubuh akan terhambat untuk menghasilkan estrogen. Sehingga, hal ini mempengaruhi siklus menstruasi Anda yang memicu telat datang bulan.

2. Olahraga berlebihan
Perempuan yang memiliki pola aktivitas fisik terlalu berlebihan berada pada risiko tinggi mengalami siklus menstruasi yang lebih lambat. Pasalnya kadar testosteron diproduksi berlebihan sehingga menciptakan ketidakseimbangan hormon yang memicu telat datang bulan.

3. Pil KB
Perempuan yang menjalani program KB dengan pola konsumsi pil biasanya telat mengalami datang bulan selama beberapa periode. Pasalnya kandungan dalam pil KB membuat tubuh mengalami ketidakseimbangan hormon untuk mencegah terjadinya kehamilan.

4. Menopause
Dalam kasus yang jarang terjadi, beberapa perempuan mengalami menopause dini sebelum berusia 40 tahun. Salah satu tandanya, mereka kerap mengalami telat datang bulan, tidak menstruasi sama sekali hingga beberapa gejala lainnya layaknya dialami perempuan menopause.

5. Stres
Stres dapat mempengaruhi hipotalamus di otak yang bertanggungjawab untuk memproduksi hormon. Ketika Anda berada pada stres yang ekstrim, ketidakseimbangan hormon terjadi dan haid pun datang terlambat.

6. Obat-obatan tertentu
Obat antibiotik, antidepresan jika dikonsumsi secra rutin bisa mempengaruhi keseimbangan hormon yang menyebabkan Anda terlambat datang bulan.

7. Menyusui
Para ibu mensyusui juga cenderung mengalami keterlambatan dalam menstruasi karena hormon yang merangsang produksi ASI dapat menekan ovulasi. Akibatnya busui mengalami telat datang bulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Makanan Ini Bikin Ms V Sehat

Makanan Ini Bikin Ms V Sehat

Lifestyle | Rabu, 20 Juli 2016 | 20:00 WIB

Pose Yoga Ini Bantu Redakan Nyeri Saat Haid

Pose Yoga Ini Bantu Redakan Nyeri Saat Haid

Health | Sabtu, 30 April 2016 | 17:32 WIB

Nyeri Haid Berlebihan, Waspadai Risiko Penyakit Jantung

Nyeri Haid Berlebihan, Waspadai Risiko Penyakit Jantung

Health | Kamis, 31 Maret 2016 | 19:07 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB