Cryosurgery, Terobosan Baru Membunuh Sel Kanker

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Senin, 05 September 2016 | 13:07 WIB
Cryosurgery, Terobosan Baru Membunuh Sel Kanker
Ilustrasi sel kanker. (Shutterstock)

Suara.com - Tentu Anda sudah terbiasa mendengar metode pengobatan kanker mulai dari kemoterapi, radiasi hingga operasi. Namun dari semua jenis pengobatan tersebut, sangat sedikit jumlah pasien yang bisa sembuh dan terbebas dari penyakit mematikan ini.

Belum lagi efek yang harus dirasakan pasien saat menjalani pengobatan konvensional ini. Bahkan dampak terburuk dari penanganan kanker melalui metode operasi ditengarai dapat memicu sel kanker semakin agresif dalam menyerang.

Banyak pula bukti yang menunjukkan bagaimana metode kemoterapi merontokkan sistem pertahanan tubuh pasien. Pasalnya, perjalanan obat kemoterapi melalui seluruh tubuh sehingga membuat sel-sel sehat ikut rusak.

Melihat besarnya efek yang ditimbulkan pengobatan kanker konvensional, FUDA Cancer Hospital di China pun menawarkan terobosan terkini dalam melawan kanker, menggunakan metode Cryosurgery.

President FUDA Cancer Hospital Prof. Niu Lizhi mengatakan bahwa di metode tersebut dokter bedah hanya membuat sayatan tipis untuk memasukkan jarum cryo yang besarnya hanya 5-8mm dan telah dibekukan hingga minus 160 derajat celcius.

"Jarum akan dialiri gas argon sampai membentuk kristal es. Pada saat inilah sel kanker di area tumor kehabisan oksigen karena tak ada sel yang dapat bertahan pada suhu ekstrim seperti ini," ujar Prof Niu pada peluncuran buku 'Catatan Hati Pejuang Kanker' di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (4/9/2016).

Ia menambahkan, setelah menyentuh suhu minus 160 derajat celcius, suhu akan dinaikkan dengan menggunakan gas helium melalui jarum. Ini merupakan tahap pencairan dan suhu akan dinaikkan secara perlahan 20-40 derajat celcius.

Pada kondisi inilah, lanjut Prof Niu, sel imun tubuh akan bereaksi karena sel kanker sudah mati sehingga lebih mudah bagi mereka untuk menghabisi sel kanker sampai ke akarnya.

"Cryosurgery dapat diaplikasikan untuk semua jenis kanker, baik yang berukuran kecil maupun besar. Sudah lebih dari 10 ribu kasus kanker kami tangani menggunakan metode Cryo," tambahnya.

Melalui metode ini, kata Prof Niu, pasien hanya merasakan luka yang sangat kecil. Waktu pemulihan juga lebih cepat karena minim sayatan.

"Yang mati hanya sel kanker. Berbeda sekali dengan radioterapi. Ini minimal invasi karena tidak perlu operasi melainkan hanya tusukan jarum kecil sekali," pungkasnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Inilah Kanker yang Paling Sulit Disembuhkan

Inilah Kanker yang Paling Sulit Disembuhkan

Health | Minggu, 04 September 2016 | 18:04 WIB

Terjebak Macet Tingkatkan Risiko Terkena Kanker

Terjebak Macet Tingkatkan Risiko Terkena Kanker

Health | Sabtu, 27 Agustus 2016 | 13:24 WIB

Ini Pentingnya Morfin Bagi Pasien Kanker

Ini Pentingnya Morfin Bagi Pasien Kanker

Health | Senin, 22 Agustus 2016 | 19:51 WIB

Terkini

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB