alexametrics

Awas! Keranjingan Akses Medsos Picu Depresi

Ririn Indriani | Firsta Nodia
Awas! Keranjingan Akses Medsos Picu Depresi
Ilustrasi. (Shutterstock).

Mereka yang terlalu aktif di medsos sulit mengatur kegiatan sehari-harinya.

Suara.com - Sebuah penelitian yang dilakukan di Kanada baru-baru ini menunjukkan kecenderungan pengguna aktif media sosial (medsos) yang berisiko mengalami masalah depresi, kecemasan, hingga hiperaktif.

Peneliti mengungkapkan bahwa kecanduan internet juga menjadi salah satu pemicu rusaknya manajemen waktu yang mempengaruhi produktivitas kinerja sehari-hari.

"Kami menemukan bahwa mereka yang positif kecanduan media sosial atau internet, secara signifikan memiliki lebih banyak kesulitan untuk mengatur kegiatan sehari-hari mereka, termasuk kehidupan di rumah, di kantor atau di lingkungan pergaulan," ujar Dr. Van kata Ameringen, peneliti utama seperti dilansir health.com.

Untuk mendapatkan temuan ini Ameringen dan rekan peneliti lainnya menganalisis 107 siswa yang diberikan kuisioner mengenai kecenderungan kecanduan internet. Hasil menunjukkan 33 siswa atau sekitar 40 persen mengalami kecanduan internet berdasarkan jawaban mereka pada kuesioner.

Lantas 33 siswa ini dilakukan pemeriksaan gangguan kesehatan mental dan hasilnya mereka positif mengalami gangguan kecemasan mulai dari skala ringan hingga berat atau depresi.

Para peneliti berharap bahwa temuan ini suatu hari dapat membantu praktisi kesehatan untuk mendiagnosa dan mengobati pasien gangguan mental lebih efektif.

"Jika Anda ingin mendiagnosis gejala gangguan mental seseorang, pastikan juga untuk menanyakan pola penggunaan media sosialnya sehari-hari. Karena sebagian besar gangguan mental saat ini disebabkan karena kecanduan internet," pungkasnya.