Tiga Buah Ini Sebaiknya Dihindari Penderita Diabetes

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Selasa, 18 Oktober 2016 | 19:40 WIB
Tiga Buah Ini Sebaiknya Dihindari Penderita Diabetes
Ilustrasi makan nanas. (Shutterstock)

Suara.com - Konsumsi buah-buahan memang memiliki manfaat positif bagi kesehatan. Kandungan serat, vitamin dan mineral di dalamnya menjadi alasan mengapa Anda harus mengonsumsi buah setiap hari.

Namun jika Anda mengidap penyakit diabetes, ada beberapa buah yang menjadi pantangan untuk dikonsumsi.

Pakar gizi dr Grace Judio Kahl, Msc, mengatakan diabetesi -- sebutan bagi penderita diabetes, harus menghindari buah-buahan yang tinggi indeks glikemiknya, seperti nanas, melon dan semangka.

"Ketiga buah itu pantang dikonsumsi penderita diabetes karena indeks glikemik (GI) tinggi. Kalau mengonsumsi buah yang GI-nya tinggi, maka kadar gula darah akan cepat meningkat sehingga berbahaya bagi penderita diabetes," ujarnya pada temu media 'Jakarta Food Editor's Club' di Jakarta, Selasa (18/10/2016).

Makanan, lanjut Grace, tergolong memiliki kadar GI tinggi jika diatas angka 70 seperti nanas, semangka, melon, roti, nasi, corn flakes, makaroni keju, dan kue beras.

Sedangkan, makanan dengan kadar GI sedang memiliki angka 56-69, seperti oatmeal cepat saji, gandum utuh, hingga nasi basmati. Kemudian kelompok makanan dengan kadar GI rendah, dibawah angka 55 meliputi roti gandum, muesli, pasta, jagung, nasi merah, buah-buahan dan sayuran tanpa getah.

"Nasi merah kenapa glikemik rendah, karena masih ada kulit ari sehingga ngunyahnya lama. Usus juga motongnya lebih lama, sehingga ketika masuk ke darah nggak langsung menaikkan kadar gula secara cepat," tambah dia.

Sedangkan pada makanan berglikemik tinggi, umumnya lebih mudah dicerna sehingga tak perlu waktu lama hingga masuk ke dalam darah. Akibatnya kadar glukosa pun meningkat drastis.


Sementara itu, Kepala Subdit Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik Kementerian Kesehatan Dyah E Mustikawati, MPH mengatakan bahwa saat ini terjadi transisi epidemi terhadap penyakit yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia.

"Jika dulu penyakit menular menempati urutan teratas penyebab kematian, sekarang beralih ke penyakit tidak menular seperti stroke, jantung, diabetes melitus, dan hipertensi," tambah dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Yang Harus Anda Lakukan Jika Punya Keturunan Diabetes

Yang Harus Anda Lakukan Jika Punya Keturunan Diabetes

Health | Senin, 17 Oktober 2016 | 20:57 WIB

Meninggal Dalam Pesawat, Jenazah Dibaringkan di Lorong Penumpang

Meninggal Dalam Pesawat, Jenazah Dibaringkan di Lorong Penumpang

News | Rabu, 12 Oktober 2016 | 19:41 WIB

Studi: Depresi saat Hamil Tingkatkan Risiko Diabetes Gestasional

Studi: Depresi saat Hamil Tingkatkan Risiko Diabetes Gestasional

Health | Senin, 26 September 2016 | 13:10 WIB

Terkini

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB