Ini Mengapa Penderita Diabetes Rentan Alami Kebutaan

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Kamis, 20 Oktober 2016 | 15:45 WIB
Ini Mengapa Penderita Diabetes Rentan Alami Kebutaan
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan mata. (Shutterstock)

Suara.com - Penderita diabetes yang dikenal pula dengan sebutan diabetesi tak hanya berisiko mengalami komplikasi di ginjal, neuropati, stroke atau jantung, tapi juga  retinopati diabetik yang dapat memicu kebutaan.

Dokter spesialis mata dari RS Mata Aini, Rumita S. Kadarisman mengatakan, risiko gangguan penglihatan paling sering dialami penderita diabetes tipe 2, karena terlambat menyadari bahwa dirinya menderita peningkatan gula darah tak terkendali.

Saat gula darah meningkat, maka pembuluh darah retina berisiko bocor sehingga lemak dan cairan lainnya menyebar ke bagian mukola.

"Makula adalah aset kita. Jadi, kalau makula rusak maka penglihatan akan terganggu. Dan hal ini bisa menyebabkan kehilangan penglihatan yang parah atau kebutaan," ujar Rumita pada Diskusi Media yang dihelat Bayer Indonesia, Kamis (19/10/2016).

Jika penglihatan mulai terganggu seperti buram, itu pertanda bahwa tingkat kerusakan retina sudah cukup berat. Oleh karena itu Rumita mewanti-wanti agar penderita diabetes rutin memeriksakan kondisi matanya ke dokter.

"Bagi diabetesi tipe 1 sebaiknya 3-5 tahun setelah terkena diabetes diimbau memeriksakan kondisi matanya. Pada diabetesi tipe 2, sebaiknya memeriksakan kondisi mata langsung setelah terdiagnosis diabetes melitus. Lalu sebaiknya setiap tahun memeriksakan kesehatan mata," tambahnya.

Untuk mencegah penyakit retinopati diabetik, Rumita mengimbau agar diabetesi mengontrol gula darah. Jika gula darah semakin tidak terkontrol, maka kerusakan pembuluh darah di retina bisa lebih cepat terjadi.

"Awalnya retinopati diabetik tidak menunjukkan gejala yang jelas. Setelah makula rusak barulah timbul penurunan penglihatan, ada bercak hitam saat melihat sampai garis terlihat lengkung. Jadi ketika terdiagnosa diabetes, harus cepat-cepat periksa ke dokter mata," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tiga Buah Ini Sebaiknya Dihindari Penderita Diabetes

Tiga Buah Ini Sebaiknya Dihindari Penderita Diabetes

Health | Selasa, 18 Oktober 2016 | 19:40 WIB

Yang Harus Anda Lakukan Jika Punya Keturunan Diabetes

Yang Harus Anda Lakukan Jika Punya Keturunan Diabetes

Health | Senin, 17 Oktober 2016 | 20:57 WIB

Studi: Depresi saat Hamil Tingkatkan Risiko Diabetes Gestasional

Studi: Depresi saat Hamil Tingkatkan Risiko Diabetes Gestasional

Health | Senin, 26 September 2016 | 13:10 WIB

Terkini

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB