Hati-hati, Pijat di Bagian Ini Bisa Sebabkan Kelumpuhan

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Senin, 24 Oktober 2016 | 15:30 WIB
Hati-hati, Pijat di Bagian Ini Bisa Sebabkan Kelumpuhan
Ilustrasi terapi pijat. (Shutterstock)

Suara.com - Pijat atau urut biasa dilakukan masyarakat Indonesia untuk melancarkan aliran darah dan mengurangi rasa pegal. Tapi sebagai pengguna jasa pijat, Anda harus tahu bagian tubuh mana yang sebaiknya tidak dilakukan pemijatan.

Pasalnya, menurut dr Deasy Erika Sp.KFR dari RS Awal Bros Bekasi, pemijatan dengan tekanan kuat yang dilakukan pada tulang belakang yang dipenuhi oleh saraf tepi, bisa memicu kelumpuhan.

"Tulang belakang mulai belakang leher sampai tulang ekor sebaiknya tidak dipijat. Yang boleh mungkin bahu, atau bagian tubuh lain yang tidak ada tulangnya," ujarnya pada temu media di Klinik Nyeri Tulang Belakang, Jakarta.

Pegal itu sendiri, tambah Deasy, dipicu oleh otot yang melakukan satu kegiatan dalam waktu yang lama. Tubuh pada dasarnya terdiri dari kerangka tulang yang memiliki sendi sebagai penghubung, ligamen dan otot.

Bagian otot inilah yang berperan merasakan nyeri. "Pegal terjadi ketika otot berkonstraksi kemudian terjadi siklus kimia yang menghasilkan asam laktat. Asam laktat ini yang berperan membuat otot terasa pegal," imbuhnya.

Agar rasa pegal bisa dikurangi, Deasy menyarankan melakukan peregangan sehingga otot berelaksasi. "Kalau pegalnya di bagian tangan karena capek mengetik, coba diregangkan dengan mengibaskan jari tangan selama beberapa menit," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tulang Patah Dipijat, Awas Bisa Picu Pertumbuhan Tumor!

Tulang Patah Dipijat, Awas Bisa Picu Pertumbuhan Tumor!

Health | Minggu, 23 Oktober 2016 | 10:56 WIB

Manfaat Menakjubkan Pijat Payudara

Manfaat Menakjubkan Pijat Payudara

Health | Senin, 19 September 2016 | 08:06 WIB

Pijat Kepala dengan Posisi Terbalik Bikin Rambut Cepat Panjang?

Pijat Kepala dengan Posisi Terbalik Bikin Rambut Cepat Panjang?

Lifestyle | Kamis, 23 Juni 2016 | 10:13 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×