Jangan Olahraga Saat Sedang Marah!

Ririn Indriani

Selasa, 25 Oktober 2016 | 07:32 WIB
Jangan Olahraga Saat Sedang Marah!
Ilustrasi latihan fisik. (Shutterstock)

Suara.com - Bagi penggemar olahraga, perubahan suasana hati, baik senang, sedih atau marah, tidak akan menyurutkan niat untuk berlatih. Dan biasanya, setelah berolahraga, Anda akan merasa lebih baik, karena kadar hormon kenyamanan yang bernama endorfin akan naik.

Tapi, menurut studi yang dimuat dalam jurnal Circulation, ada risiko negatif jika Anda berolahraga dalam kondisi marah.

Para peneliti mengevaluasi kegiatan dan suasana hati lebih dari 12 ribu orang dari 52 negara, 24 jam sebelum mereka mendapat serangan jantung. Orang-orang ini adalah orang yang sebelumnya telah didiagnosa mengalami masalah kardiovaskular.

Penemuan mengungkapkan, ternyata kemungkinan mengalami serangan jantung, tiga kali lebih besar bagi mereka yang merasa marah 60 menit sebelum berolahraga.  

"Ini adalah apa yang kita sebut paradoks olahraga," kata Dermot Phelan, M.D., Direktur Sports Cardiology Center Cleveland Clinic seperti dilansir Meet Doctor.

Selama latihan, lanjut dia, risiko Anda mendapat serangan jantung meningkat jika ada kondisi yang mendasarinya. Kondisi yang dimaksud adalah diabetes, tekanan darah dan kolesterol tinggi. "Rasa marah akan meningkatkan tekanan darah Anda," imbuhnya.

Jadi, jika Anda sudah memiliki masalah jantung, berolahraga teratur adalah hal yang penting untuk dilakukan karena olelahraga dapat meningkatkan kesehatan jantung Anda. Tapi, olahraga juga meningkatkan risiko serangan jantung di waktu-waktu Anda sedang menggerakkan tubuh di gym.

Perlu diingat, studi ini bicara tentang orang-orang yang cenderung mendapat serangan jantung, bukan tentang semua orang yang berolahraga sambil marah. Jika Anda tidak memiliki faktor risiko, besar kemungkinan Anda tidak perlu khawatir untuk tetap berolahraga meski dalam keadaaan hati yang panas.

Plus, rata-rata relawan dalam studi ini berusia 58 tahun dan lebih dari 75 persennya adalah pria. Tidak diketahui apakah risiko yang sama juga berlaku untuk orang-orang muda dan perempuan.

Berolahraga telah terbukti dapat mengurangi stres.  Bahkan dapat digunakan dalam pengobatan depresi klinis, demikian menurut banyak penelitian selama beberapa dekade terakhir ini.

Namun, meredakan kemarahan sebelum memulai sesi latihan, adalah yang terbaik.

Jika Anda tetap memilih untuk berolahraga sambil marah, Phelan menyarankan agar Anda memertimbangkan faktor-faktor risiko yang mungkin Anda miliki seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, atau riwayat keluarga dengan penyakit kardiovaskular.

"Intinya, Jika Anda berusia muda dan kondisi Anda bugar serta tidak memiliki faktor risiko, studi ini tidak melarang Anda berolahraga walau sambil marah," kata Phelan lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Survei: 56 Persen Pekerja Muda Tak Punya Waktu Berolahraga

Survei: 56 Persen Pekerja Muda Tak Punya Waktu Berolahraga

Health | Senin, 10 Oktober 2016 | 17:08 WIB

Ingin Berenergi saat Olahraga? Santap Sayuran Ini

Ingin Berenergi saat Olahraga? Santap Sayuran Ini

Health | Sabtu, 08 Oktober 2016 | 06:06 WIB

Studi: Rutin Olahraga Dongkrak Performa di Ranjang

Studi: Rutin Olahraga Dongkrak Performa di Ranjang

Lifestyle | Rabu, 07 September 2016 | 11:33 WIB

Terkini

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB