Array

Ini Pentingnya Periksa Rhesus Darah Sebelum Menikah

Minggu, 20 November 2016 | 20:19 WIB
Ini Pentingnya Periksa Rhesus Darah Sebelum Menikah
Ilustrasi tipe golongan darah [shutterstock]

Suara.com - Anda yang sedang memutuskan untuk menikah ada baiknya memeriksakan dahulu jenis rhesus golongan darah. Pasalnya, jika pasangan perempuan memiliki rhesus golongan darah yang negatif, maka berpotensi mengalami masalah saat memiliki anak kedua.

Menurut dr Rudi Simanjuntak Sp.OG dari Bethsaida Hospital Serpong, ibu hamil (bumil) dengan rhesus darah negatif, ada potensi sang buah hati memiliki rhesus darah positif. Dengan kondisi tersebut maka tubuh ibu akan memposisikan janin sebagai 'benda asing' yang dapat mengakibatkan kematian janin dalam rahim atau masalah kesehatan lainnya jika anak bertahan hidup.

"Darah janin berbeda rhesus dengan ibu, kalau terjadi percampuran darah maka akan terbentuk antibodi. Pada kehamilan kedua, antibodi yang terlalu banyak akan menghancurkan sel darah merah janin sehingga memicu kelainan jantung, hati, bahkan kematian," ujar Rudi pada temu media yang dihelat Bethsaida Hospital, di kawasan Serpong, Tanggerang, Sabtu (19/11/2016).

Tanda-tanda kelainan ini, menurutnya, bisa dilihat sejak dalam kandungan. Salah satunya cairan ketuban yang berlebihan atau adanya hepar yang membengkak, yang bisa diketahui melalui pemeriksaan USG.

Sebagai pencegahan, Rudi mengatakan, bisa dilakukan  pemberian suntikan immunoglobulin  Anti D. Suntikan ini dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan pada bayi beda rhesus dengan ibu hingga 1 persen.

"Tujuan kita mencegah antibodi terbentuk lebih banyak. Suntikkan immunoglobulin anti D bisa diberikan saat terjadi pendarahan atau terjadi percampuran darah antara ibu dan anak. Bisa juga pada 28 minggu kehamilan atau saat persalinan untuk mencegah kehamilan diserang antibodi," tambahnya.

Rudi pun menyarankan agar pasangan yang belum menikah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah, yang salah satunya untuk mengetahui jenis rhesus pasangan.

"Kalau tahu dari awal bisa melakukan pencegahan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," tambahnya.

Meski demikian, Ketua Komunitas Rhesus Negatif Indonesia, Lici Murniati mengatakan, tak semua bumil dengan rhesus negatif di komunitasnya mengalami masalah saat melahirkan. Namun ia mengamini bahwa pencegahan merupakan upaya penting untuk meminimalisir potensi ini.

"Saya rhesus negatif, punya anak tiga dan tidak ada masalah saat melahirkan. Jadi, menurut saya nggak semua kasus persalinan bumil rhesus negatif berbahaya, tapi tidak ada salahnya juga melakukan pencegahan dengan suntik immunoglobulin anti D ini," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI