Penyebab Pitak dan Solusinya

Ririn Indriani | Suara.com

Jum'at, 16 Desember 2016 | 18:30 WIB
Penyebab Pitak dan Solusinya
Ilustrasi rambut rontok. (Shutterstock)

Suara.com - Tanya:

Selamat sore Dokter,
Saya perempuan berumur 21 tahun.Kemarin saya dikepang rambut oleh teman saya, dia bilang rambut saya pitak sebesar ibu jari. Saya kaget, karena sebelumnya saya tidak pernah pitak hanya rontok saja dan berketombe.

Saya tidak merasa gatal atau kemerahan. Saya tidak merasakan gejala apapun, tetapi sering mengalami tumbuhnya rambut di dagu 1-2 helai sekitar satu bulan sekali.

Apa hal ini wajar atau saya sedang sakit? Saya baca artikel ciri-ciri tersebut seperti penderita syndrom polycystic ovary. Apakah saya termasuk penderita itu?Bagaimana cara mengatasi penyakit ini? Apakah berbahaya?

RN

Jawab:

Selamat sore Saudari RN,
Rambut rontok atau rambut yang pitak di bagian tertentu bisa terjadi karena ada masalah pada rambut, baik itu karena struktur rambut yang rapuh, akar rambut yang tidak kuat atau memang ada masalah medis misalnya saja karena ketombe ataupun jamur.

Apabila masalahnya ada pada struktur rambut yang rapuh dan akar rambut yang tidak kuat maka suplemen untuk rambut, serum atau dengan menggunakan tanaman seperti lidah buaya bisa membantu bila rutin dilakukan perawatan. Akan tetapi bila masalahnya karena ketombe atau dermatitis seboroik maka penanganan harus lebih serius, mulai dari memilih shampoo yang cocok, hingga obat-obatan tertentu.

Apabila masalahnya karena jamur atau tinea kapitis memang sering menyebabkan kepala menjadi pitak, karena di area kepala yang ada jamurnya maka rambut akan menjadi lebih rapuh. Ini dikarenakan keratin rambut dikonsumsi oleh jamur tersebut.

Untuk mengatasi keluhan ini, Anda perlu menggunakan obat antijamur dan tentunya penggunaan obat ini harus dengan resep dokter. Jadi, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu ke dokter kulit.

Untuk sindrom polikistik ovarium memang ditandai dengan adanya kerontokan rambut atau rambut yang menipis namun sifatnya menyeluruh, jarang menyebabkan pitak sebagian.

Selain itu timbul pertumbuhan rambut yang berlebihan atau hirsutisme, biasanya di punggung, bokong, wajah, atau dada, kulit berminyak atau berjerawat, menstruasi tidak teratur atau berat badan bertambah.

Apabila hanya tumbuh rambut 1-2 helai di dagu maka hal tersebut wajar, yang tidak wajar adalah apabila tumbuh dalam jumlah banyak.

Demikian penjelasan yang dapat disampaikan, semoga membantu. Terima kasih.
 

Dijawab oleh: dr. Ni Putu Tesi Maratni
Sumber: https://meetdoctor.com/

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ada Garis di Bawah Pusar, Apa Penyebabnya?

Ada Garis di Bawah Pusar, Apa Penyebabnya?

Health | Kamis, 15 Desember 2016 | 18:30 WIB

Balita Susah Makan, Apa yang Harus Dilakukan?

Balita Susah Makan, Apa yang Harus Dilakukan?

Health | Kamis, 15 Desember 2016 | 14:10 WIB

Sangat Takut Darah, Fobiakah?

Sangat Takut Darah, Fobiakah?

Health | Rabu, 14 Desember 2016 | 18:32 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB