Dirut BPJS Kesehatan Targetkan Semua Warga Terlindung JKN di 2019

Arsito Hidayatullah

Sabtu, 24 Desember 2016 | 06:46 WIB
Dirut BPJS Kesehatan Targetkan Semua Warga Terlindung JKN di 2019
Suasana kantor BPJS Kesehatan di Matraman, Jakarta, Kamis (17/3). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengatakan pada 1 Januari 2019 mendatang ditargetkan seluruh masyarakat Indonesia terlindungi jaminan kesehatan nasional (JKN).

"Karena itu kita terus melakukan perubahan demi perubahan sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada peserta," kata Dirut pada penandatanganan kerja sama integrasi jaminan kesehatan daerah ke JKN-Kartu Indonesia Sehat di Manado, Jumat.

Saat ini, kata dia, jumlah kepesertaan telah mencapai 172 juta orang dan diharapkan dengan terobosan-terobosan yang ada meningkat lagi dari dari tahun ke tahun.

"Tidak pernah terbayangkan memiliki sistem JKN sebesar ini dan telah menjadi perhatian dunia. Memang sistem banyak kekurangan namun secara bertahap kita benahi," ujarnya.

Secara kuantitas, kata dia, sistem JKN Indonesia hampir tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan negara lainnya seperti Jerman dan Inggris yang memberlakukan jaminan kesehatan serupa jauh sebelumnya.

Menurut dia, proses panjang melakukan inovasi-inovasi menuju pelayanan optimal karena didukung dengan peraturan perundang-undangan.

Payung hukum JKN di antaranya UUD 1945, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional ( SJSN ) yang salah satu programnya adalah Jaminan Kesehatan Nasional ( JKN ) hingga Undang-Undang No 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) serta peraturan pendukung lainnya.

"Saat ini JKN terintegrasi telah dilakukan di 388 kabupaten dan kota serta 32 provinsi. Mudah-mudahan kabupaten dan kota ataupun provinsi lainnya segera mengintegrasikan program ini," ujarnya.

Dirut Fachmi mengharapkan, Sulut dapat menjadi pelopor JKN di Indonesia setelah 15 kabupaten dan kotanya menandatangani perjanjian kerja sama integrasi program jamkesda ke JKN-KIS.

Jumlah kepesertaan telah mencapai 72 persen dari jumlah penduduk 2,3 juta jiwa lebih.

"Mudah-mudahan kepesertaannya bisa mencapai 100 persen. Mari secara bersama-sama kita perkuat sinergitas dan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik di bidang kesehatan," harapnya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Penyebab Pasien BPJS Sering Mengeluh Kekosongan Obat

Ini Penyebab Pasien BPJS Sering Mengeluh Kekosongan Obat

Health | Kamis, 22 Desember 2016 | 19:57 WIB

Bank Mandiri dan Tokopedia Fasilitasi Pembayaran BPJS Kesehatan

Bank Mandiri dan Tokopedia Fasilitasi Pembayaran BPJS Kesehatan

Bisnis | Kamis, 15 Desember 2016 | 13:37 WIB

Warga Keluhkan Prosedur Pelayanan BPJS Kesehatan

Warga Keluhkan Prosedur Pelayanan BPJS Kesehatan

News | Rabu, 28 September 2016 | 06:36 WIB

Ribka Kecam Aturan Baru BPJS Kesehatan, Ini Beratkan Warga

Ribka Kecam Aturan Baru BPJS Kesehatan, Ini Beratkan Warga

Bisnis | Senin, 26 September 2016 | 15:59 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×