Ini Penyebab Pasien BPJS Sering Mengeluh Kekosongan Obat

Dythia Novianty, Firsta Nodia

Kamis, 22 Desember 2016 | 19:57 WIB
Ini Penyebab Pasien BPJS Sering Mengeluh Kekosongan Obat
Suasana kantor BPJS Kesehatan di Matraman, Jakarta. [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Salah satu keluhan yang banyak dirasakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah kekosongan obat di fasilitas kesehatan saat mereka berobat.

Hal tersebut membuat pasien mau tak mau mengeluarkan uang untuk menebus resep di luar rumah sakit. Padahal, mereka berharap bisa menggunakan haknya sebagai pemegang kartu BPJS Kesehatan.

Hal ini terbukti dari survei yang dilakukan Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan (PKEKK) Universitas Indonesia sepanjang tahun 2015-2016.

Dari 422 peserta JKN di 13 Provinsi yang berhasil dihubungi, hasil survei menunjukkan bahwa 42 persen responden masih mengeluarkan biaya pribadi untuk mendapatkan akses di fasilitas pelayanan primer, dan 31 persen responden mengeluarkan biaya pribadi untuk pelayanan kesehatan di rumah sakit. Sebanyak 20 persen responden mengeluarkan biaya pribadi untuk membeli obat-obatan.

Alasan masih ada reponden yang menggunakan biaya pribadi untuk menebus resep, antara lain karena kekosongan obat (33%) dan obat yang diresepkan tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan (33%).

Prof. dr. Hasbullah Thabrany, Guru Besar Bidang Ekonomi Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), menjelaskan beberapa penyebab mengapa kekosongan obat masih menjadi masalah.

Pertama, kata dia, kompleksitas jalur distribusi obat hingga sampai ke tangan pasien sangat panjang. Distribusi obat, menurut Prof Hasbullah, melibatkan industri farmasi, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Kementerian Kesehatan dan rumah sakit.

"Beda dengan ruang perawatan yang urusannya hanya antara pasien dan rumah sakit. Obat ini urusannya industri, tender E-catalog ada LKPP, Kemenkes, lalu rumah sakit sebagai pembeli. Ada dokter dan instalasi farmasi atau apoteker yang belum tentu cocok. Jadi memang sangat kompleks," ujar Prof Hasbullah pada acara 'Kaleidoskop Tahun 2016: Wajah Pelayanan Obat JKN' di Jakarta, Kamis (22/12/2016).

Masalah lain yang juga memicu kekosongan obat di era JKN adanya ketidakseimbangan antara Rencana Kebutuhan Obat (RKO) dengan fakta kebutuhan obat di lapangan. Hal ini membuat perusahaan farmasi yang memenangkan tender tidak mendapat gambaran jelas mengenai jumlah obat yang seharusnya diproduksi.

baca juga

"Kenyataannya, rumah sakit dan dinas kesehatan yang diminta mendata jumlahnya rencana kebutuhan obat (RKO) belum semuanya melakukan. Jadi memang kesadaran dari para penyelenggara di lapangan belum cukup bagus," tambah dia.

Untuk memperbaiki masalah kekosongan obat pada tahun mendatang, Prof Hasbullah menghimbau, agar sistem RKO (Rencana Kebutuhan Obat) diperbaiki. Hal ini dilakukan agar semua pihak mendapat gambaran estimasi kebutuhan obat yang harus dipersiapkan perusahaan farmasi.

"Dengan begitu, perusahaan farmasi yang memenangkan tender dapat memperkirakan berapa kebutuhan obat yang harus diproduksi. Kalau ada obat yang tidak ada permintaannya ya nggak perlu diproduksi jadi ada penghematan juga," tambahnya.

Ia juga meminta agar dokter mengutamakan kepentingan pasien. Jika obat yang dibutuhkan pasien tidak tercantum dalam E-katalog, maka sebaiknya kebutuhan obat tersebut tetap disediakan pihak rumah sakit.

"Kalau pasien perlu obat ya belikan saja, walau di luar E-katalog, karena memang E-katalog kita belum sempurna. Gunakan moral yang baik, karena sesuai sumpah dokter harus mengutamakan kepentingan pasien," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Warga Keluhkan Prosedur Pelayanan BPJS Kesehatan

Warga Keluhkan Prosedur Pelayanan BPJS Kesehatan

News | Rabu, 28 September 2016 | 06:36 WIB

Ribka Kecam Aturan Baru BPJS Kesehatan, Ini Beratkan Warga

Ribka Kecam Aturan Baru BPJS Kesehatan, Ini Beratkan Warga

Bisnis | Senin, 26 September 2016 | 15:59 WIB

Dianggap Kurang Beri Sosialisi, BPJS Kesehatan Ditegur Komisi IX

Dianggap Kurang Beri Sosialisi, BPJS Kesehatan Ditegur Komisi IX

DPR | Senin, 26 September 2016 | 12:23 WIB

Aturan Pembayaran Kolektif BPJS Kesehatan 1 KK Membebani Rakyat

Aturan Pembayaran Kolektif BPJS Kesehatan 1 KK Membebani Rakyat

Bisnis | Sabtu, 17 September 2016 | 07:26 WIB

22.582 Peserta BPJS Tanjungpinang Dinonaktifkan

22.582 Peserta BPJS Tanjungpinang Dinonaktifkan

News | Sabtu, 17 September 2016 | 05:22 WIB

Terkini

Gara-gara Lirik Lagu, Pria di Simalungun Tembak Tetangga

Gara-gara Lirik Lagu, Pria di Simalungun Tembak Tetangga

Sumut | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Dari Pertemanan hingga Aksi Sosial, Perjalanan Anak Muda di Balik Nada Kasih

Dari Pertemanan hingga Aksi Sosial, Perjalanan Anak Muda di Balik Nada Kasih

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Di Tengah Konflik Global, Andrea Bocelli Buktikan Musik Punya Kekuatan Menyatukan

Di Tengah Konflik Global, Andrea Bocelli Buktikan Musik Punya Kekuatan Menyatukan

Entertainment | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Konser Amal Nada Kasih Kumpulkan Donasi Rp414 Juta untuk Anak yang Membutuhkan Layanan Kesehatan

Konser Amal Nada Kasih Kumpulkan Donasi Rp414 Juta untuk Anak yang Membutuhkan Layanan Kesehatan

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Niat Menolong Rekan, Dua Penggali Sumur di Muara Enim Tewas Diduga Terpapar Gas Beracun

Niat Menolong Rekan, Dua Penggali Sumur di Muara Enim Tewas Diduga Terpapar Gas Beracun

Sumsel | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:59 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum UMKM Lokal Perluas Pasar dan Dongkrak Pendapatan

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum UMKM Lokal Perluas Pasar dan Dongkrak Pendapatan

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Dugaan Perundungan di Asrama Telkom University Viral, 2 Mahasiswa Dijatuhi Sanksi

Dugaan Perundungan di Asrama Telkom University Viral, 2 Mahasiswa Dijatuhi Sanksi

Sumsel | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:39 WIB

Tak Merasa Salah! Karyawan SPPG Bikin Parodi Amnesia MBG Tolak Minta Maaf, Anggota DPD: Pecat!

Tak Merasa Salah! Karyawan SPPG Bikin Parodi Amnesia MBG Tolak Minta Maaf, Anggota DPD: Pecat!

Video | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Bebas Kusam dan Noda Hitam! 4 Toner Alpha Arbutin untuk Meratakan Warna Kulit

Bebas Kusam dan Noda Hitam! 4 Toner Alpha Arbutin untuk Meratakan Warna Kulit

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Setelah Peeling Serum Pakai Apa? Ini Urutan Skincare agar Kulit Tidak Iritasi

Setelah Peeling Serum Pakai Apa? Ini Urutan Skincare agar Kulit Tidak Iritasi

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:50 WIB

×