Hati-hati Diincar Penyakit Ini Saat Mudik

Chaerunnisa | Firsta Nodia | Suara.com

Kamis, 22 Juni 2017 | 06:47 WIB
Hati-hati Diincar Penyakit Ini Saat Mudik
Ilustrasi serangan jantung, dada sesak, nyeri dada. (Shutterstock)

Suara.com - Bagi Anda yang mudik menggunakan kendaraan pribadi, jangan paksakan perjalanan jika sudah merasa lelah. Pasalnya, Anda bisa diincar beberapa penyakit saat mudik.

Dokter spesialis bedah thoraks kardiovaskular Siloam Hospital Kebon Jeruk, Maizul Anwar, mengungkapkan, menghadapi kemacetan berjam-jam saat mudik bisa memicu serangan jantung, utamanya bagi mereka yang telah memiliki riwayat penyakit ini sebelumnya.

"Bagi mereka yang punya riwayat penyakit jantung itu sebaiknya jangan dipaksakan kalau sudah lelah, apalagi ketika menghadapi macet, stres meningkat itu bisa meningkatkan risiko serangan," ujar dia pada temu media, beberapa waktu lalu.

Karena itu, lanjut dia, pastikan pemudik terutama yang membawa kendaraan pribadi telah melakukan persiapan fisik sekaligus mental, sehingga bisa tetap mengelola stres jika menghadapi kemacetan. Pada gilirannya hal ini dapat menurunkan risiko serangan jantung.

"Kalau sudah berpikir risiko yang dihadapi saat mudik, seseorang menjadi lebih tenang. Beda halnya kalau macet lalu marah-marah atau panik, itu bisa memicu serangan. Jadi harus tetap tenang," ungkap dia.

Dalam kesempatan yang sama, dr Antono Sutandar, SpJP(K) menambahkan, stres saat menghadapi kemacetan saat mudik dapat menyebabkan kadar adrenalin cenderung tinggi sehingga darah menjadi lebih kental dan dapat memicu serangan jantung.

"Darah kita lebih kental daripada biasanya saat stres yang memicu serangan jantung. Peradangan di dalam dinding ini membuat dinding jantung gampang retak dan terjadi gumpalan darah. Jadi harus pintar-pintar mengelola stres," tambah dia.

Selain itu, dr Antono menambahkan, risiko 'deep vein thrombosis', juga mengintai para pemudik yang menempuh perjalanan diatas 12 jam. Untuk itulah pemudik diimbau untuk beristirahat tiap dua sampai tiga jam setelah perjalanan agar terhindar dari risiko ini.

"Kalau misalnya mudik lebih dari 12 jam, kaki bengkak karena aliran darah balik agak bermasalah. Kadang bisa tebentuk gumpalan darah di pembuluh darah vena di kaki. Kalau apes dia masuk ke paru dan memicu sesak di dada," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mudik di Siang Hari, Pakai Kaca Mata Anti UV Ya!

Mudik di Siang Hari, Pakai Kaca Mata Anti UV Ya!

Health | Rabu, 21 Juni 2017 | 15:10 WIB

Nyeri Ulu Hati Usai Buka Puasa, Waspadai Jantung Koroner

Nyeri Ulu Hati Usai Buka Puasa, Waspadai Jantung Koroner

Health | Sabtu, 17 Juni 2017 | 17:15 WIB

Awas! Banyak Tidur Tingkatkan Risiko Jantung

Awas! Banyak Tidur Tingkatkan Risiko Jantung

Health | Selasa, 06 Juni 2017 | 10:52 WIB

Studi: Cokelat Bisa Kurangi Risiko Denyut Jantung Tak Teratur

Studi: Cokelat Bisa Kurangi Risiko Denyut Jantung Tak Teratur

Health | Kamis, 25 Mei 2017 | 17:40 WIB

Cegah Penyakit Jantung dan Diabetes dengan Konsumsi Serat

Cegah Penyakit Jantung dan Diabetes dengan Konsumsi Serat

Health | Senin, 08 Mei 2017 | 13:24 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB