Bukan Manusia, Domba Setengah Manusia Itu Kena Virus

Chaerunnisa | Suara.com

Sabtu, 24 Juni 2017 | 18:30 WIB
Bukan Manusia, Domba Setengah Manusia Itu Kena Virus
Ilustrasi domba. (Shutterstock)

Suara.com - Penduduk di daerah pedesaan di Lady Frere, Eastern Cape, Afrika Selatan dihebohkan kelahiran seekor anak domba dengan kondisi tubuh dan kepalanya mirip manusia. Penduduk desa di negara itu percaya, anak domba tersebut makhluk setengah manusia dan setengah binatang.

Bahkan, para tetua desa dianggap sebagai makhluk kiriman setan hingga membuat sekitar 4.000 warga yang sebagian petani yakin dan terpengaruh dengan pernyataan tersebut.

Sementara masyarakat yang lain menganggap gambar itu hanya penipuan, dan menilai hewan itu merupakan hasil dari domba yang disuntik dengan sperma manusia.

Kepanikan yang terus meningkat di desa itu membuat Departemen Pembangunan Pedesaan Eastern Cape mengirimkan ahli untuk melakukan tes terhadap anak domba tersebut.

Pejabat pertanian dari Eastern Department of Rural Development memastikan hewan itu nyata dan gambarnya asli.

Namun, Kepala Direktur Pelayanan Veteriner Dr Lubabalo Mrwebi mengakui, sekilas anak domba yang lahir mati itu memang menyerupai manusia. Tapi, dia memastikan bukan bagian dari manusia.

"Kami bisa memastikan ini bukan foto palsu, tapi anak domba yang cacat itu lahir oleh seekor domba di Lady Frere minggu ini yang sekilas menyerupai bentuk manusia. Namun, bukan manusiawi melainkan seekor domba yang baru lahir cacat, kemudian terinfeksi oleh Rift Valley Fever (RVF) pada tahap awal kehamilan (induk)-nya," kata Mrwebi.

"Seekor domba memiliki 28 pasang kromosom, sementara manusia memiliki 23 pasang, itu yang penting dalam menghilangkan mitos bahwa penyatuan sperma domba dan sperma manusia dapat menyebabkan perkembangan bentuk kehidupan yang layak. Sehingga, kami bisa memastikan domba yang cacat itu bukan keturunan ovum domba dan sperma manusia. Itu hanya perkembangan janin awal yang salah akibat infeksi virus, tidak lebih," imbuhnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, mengingat domba tersebut telah diberi makan lima bulan sebelumnya, itu berarti betina hamil pada saat hujan lebat. Kondisi itu membuat lembap dan tepat untuk nyamuk yang dikenal sebagai vektor virus.

Dia menambahkan bahwa kepala yang bengkak diakibatkan oleh akumulasi cairan abnormal di rongga otak, kondisi yang disebut hidranencephaly. Atas kondisi tersebut, lanjut Mrwebi, sejumlah tes lebih lanjut sedang dilakukan. (Metro)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Afrika Selatan Heboh Kelahiran Domba Setengah Manusia

Afrika Selatan Heboh Kelahiran Domba Setengah Manusia

News | Jum'at, 23 Juni 2017 | 16:08 WIB

Domba Tangkas pun Berlenggak-lenggok di Catwalk

Domba Tangkas pun Berlenggak-lenggok di Catwalk

Lifestyle | Sabtu, 05 Maret 2016 | 18:12 WIB

Domba Tangkas pun Berlenggak-lenggok di Catwalk

Domba Tangkas pun Berlenggak-lenggok di Catwalk

Lifestyle | Sabtu, 05 Maret 2016 | 18:12 WIB

Nyetir Sambil Mabuk, Perempuan Tabrak 38 Domba Hingga Tewas

Nyetir Sambil Mabuk, Perempuan Tabrak 38 Domba Hingga Tewas

News | Kamis, 19 November 2015 | 09:26 WIB

Hanya di Garut, Ada "Domba Catwalk"

Hanya di Garut, Ada "Domba Catwalk"

Lifestyle | Sabtu, 21 Februari 2015 | 20:35 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB