Ini yang Terjadi pada Gigi Anak Bila Beri ASI hingga Usia 2 Tahun

Ririn Indriani, Risna Halidi

Minggu, 02 Juli 2017 | 15:56 WIB
Ini yang Terjadi pada Gigi Anak Bila Beri ASI hingga Usia 2 Tahun
Ilustrasi ibu menyusui. (Shutterstock)

Suara.com - ASI memang sangat penting bagi bayi, karena susu merupakan satu-satunya sumber nutrisi untuk enam bulan pertama kehidupan bayi, sesuai dengan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia.

Tak hanya itu, menyusui juga dapat mengurangi tingkat stres ibu, serta risiko depresi pascamelahirkan. Namun dari segala macam manfaat yang diberikan oleh ASI dan menyusui, beberapa ibu salah kaprah dan merasa bahwa masa menyusui yang lama akan memiliki keuntungan tambahan dan mungkin lebih baik.

Apa yang tidak tahu adalah para ibu telah menempatkan bayi mereka pada risiko masalah gigi berlubang. Sebuah penelitian telah menemukan bahwa anak-anak yang disusui selama dua tahun atau lebih lama cenderung memiliki gigi berlubang.

Periset menganalisa perilaku menyusui dan konsumsi gula untuk 1.129 anak di Pelotas, Brasil. Pada usia lima tahun, anak-anak mengunjungi dokter gigi, dan diperiksa karena permukaan gigi yang membusuk, hilang dan penuh dan karies anak usia dini, atau lubang parah.

Di antara anak-anak dalam penelitian ini, 23,9 persen memiliki lubang parah dan 48 persen memiliki setidaknya satu permukaan gigi yang berlubang. Anak-anak yang disusui selama dua tahun atau lebih memiliki risiko 2,4 kali lebih tinggi mengalami lubang berat, dibandingkan dengan mereka yang mendapat ASI kurang dari satu tahun.

"Ada beberapa alasan untuk menjelaskan hubungan semacam itu," kata Karen Peres, penulis utama studi, sekaligus profesor di University of Adelaide di Australia dilansir Zeenews.

Pertama, lanjut dia, anak-anak yang terpapar ASI lebih dari 24 bulan biasanya diberi ASI pada malam hari. Kedua, frekuensi menyusui yang lebih tinggi dan menyusui nokturnal sesuai permintaan membuat sangat sulit untuk membersihkan gigi pada periode ini.

Namun, penelitian tersebut menemukan bahwa menyusui antara 12 dan 23 bulan tidak membawa, serta risiko rongga yang lebih tinggi. Sekitar seperempat anak diberi ASI selama 24 bulan atau lebih.

Marcia Vitolo, seorang profesor ilmu kesehatan di Universitas Kesehatan Ilmu Federal di Porto Alegre, Brasil, mengatakan bahwa dia juga percaya bahwa menyusui pada frekuensi tinggi, dan juga jumlah gula yang dimakan, dapat menjelaskan alasan hasil penelitian ini. Vitolo tidak terlibat dalam penelitian ini namun telah melakukan studi serupa tentang dirinya sendiri.

baca juga

"Saya percaya bahwa ada hubungan antara menyusui dan gigi berlubang saat lingkungan tidak sehat, seperti ada frekuensi menyusui yang tinggi pada siang dan malam hari dan konsumsi permen," katanya.

Studi ini juga menemukan hubungan antara karakteristik sosioekonomi yang dapat menyebabkan risiko anak yang mengalami karies gigi lebih tinggi. Jika keluarga memiliki pendapatan lebih rendah atau ibu dengan tingkat pendidikan rendah, anak-anak cenderung memiliki lebih banyak lubang pada gigi dan memiliki risiko lebih tinggi mengalami gigi yang berlubang parah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Puasa Menurunkan Kuantitas ASI, Benarkah?

Puasa Menurunkan Kuantitas ASI, Benarkah?

Health | Selasa, 06 Juni 2017 | 05:14 WIB

Menakjubkan, ASI Bisa Bantu Deteksi Dini Kanker Payudara

Menakjubkan, ASI Bisa Bantu Deteksi Dini Kanker Payudara

Health | Senin, 24 April 2017 | 10:09 WIB

Berlebihan Beri ASI Juga Tak Baik Buat Bayi

Berlebihan Beri ASI Juga Tak Baik Buat Bayi

Health | Jum'at, 24 Maret 2017 | 11:37 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB