Ini Dampaknya Bila Orangtua Main Ponsel Pintar di Depan Anak

Ririn Indriani | Dinda Rachmawati | Suara.com

Selasa, 11 Juli 2017 | 14:46 WIB
Ini Dampaknya Bila Orangtua Main Ponsel Pintar di Depan Anak
Ilustrasi ayah sedang asyik berponsel saat anaknya sedang belajar. (Shutterstock)

Suara.com - Apakah Anda sering menghabiskan banyak waktu di depan layar smartphone saat melakukan aktivitas bersama anak? Mulai dari makan, bermain atau melakukan percakapan dengan mereka?

Jika ya, para peneliti memperingatkan bahwa Anda harus mulai berhati-hati, karena hal tersebut dapat menyebabkan masalah perilaku pada anak Anda.

Sebuah studi baru menunjukkan, jumlah interupsi terkait teknologi yang rendah atau tampaknya normal akan mempengaruhi masalah perilaku anak yang lebih besar, seperti sensitivitas berlebihan, temperamen tinggi, hiperaktif dan rengekan.

"Temuan kami berkontribusi terhadap bukti yang berkembang, yang menunjukkan hubungan antara penggunaan teknologi digital yang lebih besar dan disfungsi hubungan potensial antara orang tua dan anak-anak mereka," kata pemimpin utama Brandon T. McDaniel, Asisten Profesor di Illinois State University di AS dilansir Boldsky.

Ketika orang tua menggunakan smartphone, respon mereka terhadap perubahan anak-anak dan penggunaan perangkat, menyebabkan interaksi yang kurang ideal dengan anak mereka.

"Sangat sulit memang untuk mengalihkan perhatian dari teknologi digital, yang berisikan informasi penting dan segala hal yang menarik perhatian dalam perangkat ini. Kita akan kesulitan mengolahnya bersamaan dengan informasi sosial dan emosional dari anak-anak kita," tambah Jenny Radesky, ahli perilaku anak dan Dokter anak di Rumah Sakit Anak CS Mott.

Untuk penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Child Development, tim menganalisis survei yang diselesaikan secara terpisah oleh ibu dan ayah dari 170 rumah tangga.

Hampir setengah orang tua atau 48 persen, melaporkan gangguan teknologi tiga kali atau lebih pada hari biasa, sementara 17 persen mengatakan hal itu terjadi sekali dan 24 persen mengatakan hal itu terjadi dua kali sehari. Hanya 11 persen yang mengatakan tidak ada interupsi yang terjadi.

Karena itu, para peneliti menyarankan agar orangtua mulai memberikan waktu 'bebas smartphone' untuk waktu-waktu tertentu. Seperti pada waktu makan dan waktu bermain bersama anak setelah bekerja.

Ini dapat membantu mengurangi ketegangan keluarga yang disebabkan oleh kaburnya dunia luar yang modern dengan kehidupan rumah tangga, kata periset.

"Menetapkan batasan penggunaan teknologi digital, dapat membantu orangtua agar tidak mengganggu waktu berkualitas dengan anak-anak mereka," McDaniel mencatat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tangan Kamu Akan Berakhir Begini Terlalu Sering Mengirim Pesan

Tangan Kamu Akan Berakhir Begini Terlalu Sering Mengirim Pesan

Health | Senin, 26 Juni 2017 | 19:30 WIB

Awas! Ponsel Bisa Bikin Bentuk Leher Berubah

Awas! Ponsel Bisa Bikin Bentuk Leher Berubah

Health | Senin, 17 April 2017 | 19:37 WIB

7 Bahaya Ponsel Pintar Bagi Otak

7 Bahaya Ponsel Pintar Bagi Otak

Tekno | Selasa, 06 September 2016 | 19:02 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB